Model Pembelajaran Inovatif Dalam Pendidikan Agama Kristen

Penulis : Esther Henny Kusumastuty, S.Th
NIP. 197609182007012011
SDN. PURWOYOSO 03 Kota Semarang

JURNALJATENG.ID, SEMARANG – Tantangan pembelajaran Agama Kristen dalam pendidikan global yang merupakan era tanpa batas serta perubahan-perubahan yang harus dihadapi di era global tersebut oleh setiap orang.

Arus globalisasi juga dimaknai sebagai gerakan dunia yang mempengaruhi pembentukan sistem dan nilai-nilai kehidupan yang yang harus dihadapi. Globalisasi merupakan tantangan besar bagi dunia Pendidikan. Salah satunya tantangannya adalah menuntut setiap siswa untuk bisa menaklukan tantangan tersebut dengan berbagai macam pembelajaran, seperti pembelajaran inovatif dan sebagainya.

Pembelajaran inovatif menuntut siswa dan peserta didik dalam pendidikan Agama Kristen untuk lebih bisa berkreasi dan menemukan sesuatu yang baru. Selain itu peserta didik juga dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran dengan mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri dan juga mampu menginternalisasi, membentuk kembali serta mentransformasi informasi-informasi baru yang ada.

Baca Juga  Peran Model Pembelajaran Masalah Di Pendidikan Agama Kristen

Para siswa juga bertanggung jawab terhadap pelajarannya, yakni pengenalan akan cinta Kasih Kepada Kristus dan sesamaNYa, menjadi pemikir yang otonom, mengembangkan konsep terintegrasi, mengembangkan pertanyaan yang menantang, dan menemukan jawabannya secara mandiri.

Disamping itu, guru pun sangat berperan penting dalam model pembelajaran ini. secara lebih spesifik, peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai expert learners, sebagai manager, dan sebagai mediator.

Sebagai expert learners, guru diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang materi pembelajaran, menyediakan waktu yang cukup untuk siswa, menyediakan masalah dan alternatif solusi, memonitor proses belajar dan pembelajaran serta merubah strategi ketika siswa sulit mencapai tujuan, berusaha mencapai tujuan kognitif, metakognitif, afektif, dan psikomotor siswa.

loading...

Sebagai manager, guru berkewajiban memonitor hasil belajar para siswa dan masalah-masalah yang dihadapi mereka, memonitor disiplin kelas dan hubungan interpersonal serta memonitor ketepatan penggunaan waktu dalam menyelesaikan tugas.

Baca Juga  Pilkada Kendal H+5 Paska Putusan Belum Ada Gugatan

Dalam hal ini, guru berperan sebagai expert teacher yang memberi keputusan mengenai isi, menseleksi proses kognitif untuk mengaktifkan pengetahuan awal dan pengelompokan siswa.

Sebagai mediator, guru memandu menjembatani antar siswa, membantu para siswa memformulasikan pertanyaan atau mengkonstruksi representasi visual dari suatu masalah, memandu para siswa mengembangkan sikap positif terhadap belajar, pemusatan perhatian, mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan awal, dan menjelaskan bagaimana mengaitkan gagasan-gagasan para siswa, pemodelan proses berpikir dengan menunjukkan kepada siswa ikut berpikir kritis.

Kata “inovatif” berasal dari kata sifat bahasa Inggris inovative. Kata ini berakar dari kata kerja to innovate yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang baru). Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran yang inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan suatu masalah.  Program pembelajaran inovatif adalah program pembelajaran yang langsung memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas. Pada gilirannya program pembelajaran tersebut akan memberi sumbangan terhadap usaha peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan.

Baca Juga  Menjaga Rasionalitas di dalam Beragama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *