Grebeg Besar Demak Tahun ini Dipastikan Tidak akan di Gelar.

Demak, jurnaljateng.id, Grebeg Besar Demak yang biasa di gelar tiap tahun, selain melestarikan tradisi budaya menjelang Idul Adha, juga untuk menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sejak lama Grebeg Besar Demak menjadi agenda rutin menjelang Idul Adha. Selain melestarikan tradisi budaya sekaligus syiar Islam, kemeriahan yang di gelar dengan berbagai macam tontonan, Pasar Rakyat Grebeg serta arena permainan anak-anak memberi hiburan masyarakat, selain meningkatkan kontribusi PAD. Biasanya keramaian dipusatkan di Parkir Wisata Tembiring.

Rangkaian kegiatan yang berisi pasar malam di Tembiring Joglo Indah yang biasa dikelola oleh Diana Enterprise, H Muntohar yang juga sebagai anggota DRPD kabupaten Demak dari Fraksi Gerinda.

Tradisi tahunan “Grebeg Besar Demak” yang selalu diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Demak pada bulan Dzulhijjah, pada tahun ini bisa di pastikan batal. Mengingat penyebaran Covid-19 yang grafiknya naik terus.

Baca Juga  Kasus Mencapai 2.657, Presiden Ingatkan Daerah Hati-hati Membuat Kebijakan Kebiasaan Baru

Pernyataan Umi, Kasi Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Demak, Rabu (17/06/2020) yang dilansir dari Mitrapost, menyatakan bahwa Grebeg Besar Demak dipastikan tidak akan terlaksana, karena melihat trendnya seperti ini.

Kabupaten Demak saat ini menempati urutan ke 2 se Jawa Tengah.

Dikutip dari laman Dinas Pariwisata Demak, “Hasil rapat Kepala OPD dengan Bupati Demak pada hari Kamis 18 Juni 2020 yang dilaksanakan pada malam hari Pkl. 19.00 WIB sampai dengan selesai dengan agenda langkah–langkah penanganan Covid–19 di Kabupaten Demak yang saat ini menempati urutan ke 2 se Jawa Tengah”

loading...

Momen yang selalu di tunggu-tunggu masyarakat adalah kemeriahan Karnaval Kirab Budaya yang di mulai dari Pendopo Kabupaten Demak hingga ke Makam Sunan Kalijaga yang berada di Desa Kadilangu dengan jarak sekitar dua kilometer.

Baca Juga  Ini Arti Topeng Ireng yang lebih dikenal dengan istilah Dayakan

Kegiatan Grebeg Demak ini kemungkinan tidak akan dilakukan secara umum, tetapi pelaksanaan upacara adat diinternal keluarga Kadilangu sendiri akan tetap dilaksanakan. Diantaranya adalah penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga, yaitu Kutang Ontokusumo dan Keris Kyai Carubuk.

“Untuk Grebeg Besar dipastikan tidak bisa terealisasi, karena trendnya masih tinggi di Demak. Tetapi untuk internal keluarga besar Kadilangu itu sudah diagendakan acara yang internal saja, bukan untuk umum” terang Umi.

Melalui e-mail resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Demak , jurnaljateng.id telah mengkonfirmasi kebenaran hal tersebut. Hingga berita ini di turunkan belum ada konfirmasi resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Demak.(HEND/JJID)

Baca Juga  Ketua DPD P3MI Jateng Muntohar Lakukan Simulasi, Tindak Lanjut Audensi Dengan Bupati Demak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *