Grebeg Besar Demak Tahun 2020 Dan Kirab Prajurit 40 Ditiadakan.

Demak, jurnaljateng.id, Dinas Pariwisata Demak kedatangan Kereta Kuda Kyai Bintoro senin (29/6/2020). Kereta yang terlihat megah, dengan didominasi warna hijau, emas dan hitam itu nampak kokoh dan elegan untuk dijadikan alat transportasi ketika prosesi Grebeg Besar.

Dengan tampilan baru Kereta Kencana Kyai Bintoro ini, diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung jalannya Prosesi Grebeg Besar yang kemungkinan akan dapat diadakan kembali tahun depan.

Kereta Kuda Kyai Bintoro

Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak. Tradisi Grebeg Besar Demak ini berlangsung setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijah saat Idul Adha. Untuk tahun ini jatuh pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020.

Acara dimeriahkan dengan karnaval kirab budaya yang dimulai dari Pendopo Kabupaten Demak hingga ke Makam Sunan Kalijaga yang terletak di Desa Kadilangu, jaraknya sekitar 2 kilometer dari tempat mulai acara.

Dikutip dari laman Dinas Pariwisata, di masa Pandemi covid 19 ini, kegiatan Grebeg Besar dan kirab Prajurit 40 ditiadakan. Semoga kedepannya kegiatan budaya ini bisa terselenggara kembali.

Baca Juga  AWPI Bersenergi dengan Ciputra interpenuership club.

Grebeg Besar Demak yang biasa di gelar tiap tahun, selain melestarikan tradisi budaya menjelang Idul Adha, juga untuk menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sejak lama Grebeg Besar Demak menjadi agenda rutin menjelang Idul Adha. Selain melestarikan tradisi budaya sekaligus syiar Islam, kemeriahan yang di gelar dengan berbagai macam tontonan, Pasar Rakyat Grebeg serta arena permainan anak-anak memberi hiburan masyarakat, selain meningkatkan kontribusi PAD. Biasanya keramaian dipusatkan di Parkir Wisata Tembiring.

loading...

Rangkaian kegiatan yang berisi pasar malam di Tembiring Joglo Indah yang biasa dikelola oleh Diana Enterprise, H Muntohar yang juga sebagai anggota DPRD kabupaten Demak dari Fraksi Gerinda.

Tradisi tahunan “Grebeg Besar Demak” yang selalu diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Demak pada bulan Dzulhijjah, pada tahun ini bisa di pastikan batal. Mengingat penyebaran Covid-19 yang grafiknya naik terus.

Dikutip dari laman Dinas Pariwisata Demak, “Hasil rapat Kepala OPD dengan Bupati Demak pada hari Kamis 18 Juni 2020 yang dilaksanakan pada malam hari Pkl. 19.00 WIB sampai dengan selesai dengan agenda langkah–langkah penanganan Covid–19 di Kabupaten Demak yang saat ini menempati urutan ke 2 se Jawa Tengah”

Baca Juga  Cegah Cluster Baru, Polsek Weleri Bagikan Masker Pada Warga

Momen yang selalu di tunggu-tunggu masyarakat adalah kemeriahan Karnaval Kirab Budaya yang di mulai dari Pendopo Kabupaten Demak hingga ke Makam Sunan Kalijaga yang berada di Desa Kadilangu dengan jarak sekitar dua kilometer.

Kegiatan Grebeg Demak ini kemungkinan tidak akan dilakukan secara umum, tetapi pelaksanaan upacara adat diinternal keluarga Kadilangu sendiri akan tetap dilaksanakan. Diantaranya adalah penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga, yaitu Kutang Ontokusumo dan Keris Kyai Carubuk.

“Untuk Grebeg Besar dipastikan tidak bisa terealisasi, karena trendnya masih tinggi di Demak. Tetapi untuk internal keluarga besar Kadilangu itu sudah diagendakan acara yang internal saja, bukan untuk umum” terang Umi.

Dengan pernyataan resmi dari laman Website Dinas Pariwisata Demak yang mengatakan bahwa Kirab Budaya Grebeg Besar dan kirab Prajurit 40 ditiadakan. Acara dengan karnaval kirab budaya yang dimulai dari Pendopo Kabupaten Demak hingga ke Makam Sunan Kalijaga yang terletak di Desa Kadilangu, jaraknya sekitar 2 kilometer dari tempat mulai acara itu dipastikan batal. (HEND/JJID)

Baca Juga  Pelaku Seni dan Budaya Diharapkan Untuk Terus Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *