Ditengah Pandemi Warga Selenggarakan Grebeg Rakyat Notoyudan

TEMANGGUNG, jurnaljateng.id, Warga Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung mengadakan Grebeg Rakyat Notoyudan, Minggu (2/8/2020). Ada rasa keharusan bagi warga dusun untuk selalu melakukan sebuah acara tradisi budaya yang sudah turun temurun dari leluluhur mereka.

Acara yang mendatangkan banyak orang serta kerumunan di saat pandemi Covid-19, berlangsung dengan tetrib dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, diantaranya menggunakan masker, penyediaan tempat cuci tangan, hansanitizer dan cek suhu sebelum memasuki area gerbeg.

Untuk kelangsungan acara sesuai protokol kesehatan disaat pandemi Covid-19, warga membentuk tim yang menangani acara tersebut secara khusus yang berjumlah 20 orang serta di bantu oleh Satgas dan Linmas.

Baca Juga  Grebeg Besar Demak 2020 Lapangan Tembiring Lenggang Tanpa Ada Keramaian Pasar Malam

Terdapat dua gunungan, tumpeng, ingkung, jajanan pasar, dan kesenian yang diarak keliling desa. Dua gunungan memiliki makna yang berbeda, gunungan darat yang melambangkan hasil bumi, dan gunungan rombong yang melambangkan alam semesta. Setelah gunungan di arak warga berebut untuk mengambil bagian dari gunungan, karena dipercaya dapat membawa berkah.

Mbah Gajul selaku Sesepuh Desa mengatakan, warga tetap memiliki semangat meskipun acara berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga  Sejumlah Ormas Turut Jaga Sejumlah Gereja di Kota Semarang

“Meskipun kita melaksanakan grebeg ditengah pandemi, tetapi tidak menyurutkan semangat, dan kekhidmatan warga,” ujar Mbah Gajul.

Dengan terselenggaranya grebeg ini, warga Dusun Lamuk berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir, dan tembakau tahun ini mendapatkan hasil yang maksimal.

loading...

“Semoga tahun ini cuaca baik, tembakau dibeli dengan harga yang pantas, dan semuanya mendapatkan keselamatan,” ujar Sutopo salah satu tokoh masyarakat. (MCTMG/JJID).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *