SMK Diminta Meningkatkan Kwalitas Agar Mampu Bersaing

PURWOREJO, jurnaljateng.id, Dengan adanya sejumlah proyek besar yang akan memberikan dampak peluang lowongan pekerjaan di sebagian wilayah Kabupaten Purworejo, diantaranya pembangunan bandara udara internasional di perbatasan Purworejo Kulonprogo, Waduk Bener, dan Badan Otorita Borobudur (BOB) yang melibatkan wilayah Loana dan Bener.

Pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Purworejo untuk meningkatkan kualitas lulusanya sehingga tercipta Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu bersaing dalam menempati peluang lowongan kerja ketika nantinya membutuhkan.

“SMK harus cepat tanggap membuat jurusan yang dibutuhkan bandara, juga waduk Bener yakni orang-orang terampil di bidang pariwisata. SMK merupakan salah satu vokasi sekolah yang dibutuhkan,” ujar Bupati Purworejo Agus Bastian, saat koordinasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Purworejo dalam masa pandemi Covid-19, di Hotel Ganesha Purworejo, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga  Danrem 072/Pmk Beri Pengarahan Jelang Libur Panjang

Selain itu, Bupati meminta harus dapat memodernkan, terutama di era digital ini, semua yang seba digital benar-benar dimanfaatkan.

Dia menyampaikan, perhotelan sekarang banyak yang mempekerjakan lulusan SMK. Ia berharap, SMK di Purworejo membuka jurusan perhotelan untuk dapat dapat mengambil peluang tersebut. Begitu juga pertanian perlu dimasukkan ke dalam penjurusan SMK. Mengingat Wilayah Purworejo sebagian besar merupakan daerah pertanian.

Bupati mengatakan, terkait aktivitas sekolah pada masa pandemi, perlu disadari bersama anak-anak rentan terpapar Covid-19, terutama yang bersekolah di jenjang TK, SD, dan SMP.

“SMA dan SMK berbeda, mungkin karena mereka dianggap mampu menjaga diri, maka dapat dilakukan tatap muka. Namun demikian, saya harap untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

loading...
Baca Juga  Kepala Dispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus, Bersama Media Press Tour Ke Satuan Angkutan Air Pusbekangad

Wakil Bupati Yuli Hastuti menambahkan, keberadaan SMK di bawah kewenangan pemerintah provinsi, tidak berarti membuat pemerintah daerah sama sekali tidak terkait.

“Rencananya, saya akan meninjau SMK dalam masa pandemi Covid-19, yang melakukan pembelajaran tatap muka terutama dalam mata pelajaran praktik, untuk memastikan sesuai dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ketua Musyawarah Kepala Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ki Bandung Ngadina menerangkan, kegiatan koordinasi ini diikuti oleh 41 Kepala Sekolah SMK se-Kabupaten Purworejo. Untuk praktik akan dilaksanakan dengan tatap muka sedangkan nonpraktik dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Terlalu lama daring, membuat anak-anak juga jenuh. Pendidikan tidak hanya untuk mengasah kecerdasan otak. Pendidikan karakter dan keterampilan yang hanya didapatkan pada saat pembelajaran tatap muka, juga sangat penting. Hal ini harus seimbang,” ujarnya. (PKPR/JJID)

Baca Juga  Guna Kepemimpinan, Kapolri Buka Sespimti dan Sespimen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *