Tahan Ijazah, Kepala Sekolah Terancam Dicopot

SEMARANG, jurnaljateng.id, Banyaknya kasus penahanan ijazah oleh pihak sekolah terkait masalah uang atau tunggakan pembayaran kepada pihak sekolah membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo geram.

Gubernur kembali menegaskan bahwa tidak boleh ada sekolah di wilayah Jawa Tengah yang menahan ijazah alumninya. Bahkan Ganjarpun mengancam akan mencopot kepala sekolah dari jabatanya kalau masih ada yang menahan ijazah dengan alasan uang.

“Jaman sekarang tidak ada lagi seperti itu. Semua yang lapor ke saya itu langsung saya minta ambil ijazahnya, ngomong sama kepala sekolahnya. Biasanya kalau WA ke saya, tunjukkan WA-nya itu,” jelas Ganjar, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga  Jangan Sampai NKRI Terkoyak Seperti Suriah Dan Yaman.

Gubernur juga memaparkan, dalam ketegasannya ini terkait adanya aduan penahanan ijazah milik alumni SMKN 1 Cepu, Kabupaten Blora. Laporan yang sebelumnya masuk kepada anggota Dewan Pendidikan Blora, Singgih Hartono kemudian di teruskan ke gubernur Ganjar Pranowo. Singgih bersama sembilan alumni siswa SMKN 1 Cepu mendatangi sekolah untuk melakukan proses mediasi dengan kepala sekolah dan meminta ijazah diberikan kepada yang berhak.

Ganjar juga membeberkan kasus-kasus yang lain terkait penahanan ijazah selain kasus di SMKN 1 Cepu. Salah satunya adalah kasus yang Blora yang dilaporkan Singgih dan langsung diminta ke sekolah.

Selain itu Ganjar juga bersyukur, ijazah yang di tahan sekolah telah diberikan semua dengan memperlihatkan bukti pesan dari Singgih Hartono yang mengabarkan ijazah sudah diterima oleh masing-masing alumni.

Baca Juga  Danrem 071/Wijayakusuma Tinjau Banjir Di Klidang Lor Batang

Ganjar menegaskan kembali, dengan alasan apapun tidak diperbolehkan ada yang menahan ijasah. Hal itu berlaku untuk semuanya.

loading...

“Sudah pakem, tidak boleh ada yang menahan ijazah. Kalau toh itu harus dibayar dan siswanya tidak mampu, utanglah. sing mbayar (yang bayar) gubernurnya. Tapi ijazah tidak boleh ditahan, ini belaku untuk semuanya,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di lain waktu dan tempat, selanjutnya ganjar meminta dan mewanti-wanti Kepada Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas untuk selalu terus memonitor. Langkah ini diambil guna mengantisipasi adanya salah persepsi terkait ijazah yang belum di berikan kepada siswa atau alumni.(YNCL/HEND)

Baca Juga  Wartawan Divaksinasi, Humas RSUD Kendal Kerahkan 16 Tenaga Medis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *