Senin Pekan Depan SMPN1 Donoro Jepara Mulai PTM Di Kombinasi Daring

JURNALJATENG.ID, JEPARASekola Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mulai Senin Pekan depan akan mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat.

Wakil Kepala Sekolah SMPN1 Donorojo atau biasa di sebut essado, Muhammad Subhkan, S.Pd. mengatakan, sesuai dengan edaran Disdikpora Kabupate Jepara dan kesepakatan antara sekolah dengan komponen di sekolah sudah siap, Jumat (20/8/2021) halaman Gedung Serbaguna SMPN1 Donorojo setelah memberikan pengarahan kepada siswa.

“Contohnya hari ini kita mendatangkan siswa, meskipun sebagaian, tidak keseluruhan, untuk kebersihan yang nantinya digunakan untuk persiapan tatap muka besuk hari senin itu.” ungkapnya kepada awak media yang dikutib dari suluh.id group jurnaljateng.id.

PTM lanjutnya, sudah dihendaki oleh orang tua siswa sejak sebelum ada edaran. Saat pelaksanaan disesuaikan dengan aturan dari edaran Diskdikpora Kabupaten Jepara, maksimal kapasitas lima puluh persen dari jumlah anak didik.

Baca Juga  Polisi Ungkap Motif Pemerkosa yang Bunuh Anak Korban

“Satu kelas ada 30, berarti 15 itu masuk di shift pertama nanti berikutnya shift ke dua bergantian. Vaksinasi gurunya sudah semua, untuk siswa kemarin sudah dilakukan pendataan.” jelas Subhkan.

Sementara Pembina Osis SMPN1 Donorojo Kabupaten Jepara, Ahmad Dulmajid, S.Pd. menambahkan, ada permohonan dari dinas terkait untuk kegiatan vaksin siswa SMPN1 Donorojo, dengan meminta data siswa yang akan divaksin.

“Namun kemarin setelah ada permohonan itu sudah di revisi lagi. Permintaan dari dinas, sudah langsung berapa banyak yang sudah di vaksin 1, berapa banyak yang sudah vaksin 2, termasuk oleh orang tua masing-masing.” ungkapnya.

loading...

Sebelumnya lanjut Dulmajid, sekolah telah membagikan angket kepada orang tua siswa sehubungan melakukan PTM di sekolah SMPN1 Donorojo. Angket pertama sebanyak 559 responden, yang menjawab tidak setuju untuk dilaksanakan PTM ada 33.

“Dari 33 itu, mereka ada yang tidak tahu maksudnya, karena tidak mencoret setuju atau tidak setuju itu ada delapan. Sehingga yang tidak setuju dari 559 responden ada 25. Itu angket pertama, sedangkan angket kedua yang tidak menyetujui dan tidak menjawab ada 13.” jelasnya.

Baca Juga  Guna Kepemimpinan, Kapolri Buka Sespimti dan Sespimen

Menurutnya, setelah dilakukan dua kali angket, orang tua siswa dianggap menghendaki untuk dilakukan pendidikan tatap muka.

Selanjutnya saat pelaksanaan TPM Nantinya, SPMN1 Donorojo hanya memberlakukan 25 persen dari syarat maksimal yang diijinkan 50 persen dari jumlah siswa.

“Masing-masing kelas, di shift satu pagi, di shift dua siang, keseluruhan ada 20 rombel (kelompok peserta didik yang terdaftar pada satuan kelas), kita ambil 10 rombel shift 1 kemudian shift 2 untuk tiga hari. Tiga hari berikutnya 10 rombel shift 1, shift 2.” Jelas Pembina Osis di SMPN1 Donorojo.

Dalam satu minggu tambahnya, setiap siswa masuk 3 hari untuk melakukan TPM, 3 hari lainya belajar secara daring dari rumah masing-masing.

Baca Juga  Peran Pers Penting Di Pilwalkot Melawan Kotak Kosong

“Setelah satu minggu kita jalankan akan kita evaluasi nanti akan kita perbaiki.” pungkasnya.

Hal tersebut dilakukan karena adanya renovasi fisik beberapa ruang kelas dan penunjang sekolah yang belum bisa digunakan karena masih perbaikan.

(HEND/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *