Kasus Mencapai 2.657, Presiden Ingatkan Daerah Hati-hati Membuat Kebijakan Kebiasaan Baru

Kalimantan Tengah, jurnaljateng.id, Setelah melihat laporan penambahan kasus positif yang mencapai 2.657 orang. Presiden Joko Widodo mengingatkan pemerintah daerah agar tetap berhati-hati dalam mengendalikan sebaran pandemi Covid-19 di daerahnya. Presiden juga meminta daerah tidak terlena dengan angka positif Covid-19 yang rendah dan tidak menganggap enteng pandemi ini,

“Perlu saya ingatkan, ini saya kira juga lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif 2.657,” kata Presiden Joko Widodo saat memberikan sejumlah arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di Aula Jaya Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, pada Kamis, (9/72020).

Kepala Negara juga mengingatkan mengendalikan kedua sisi baik kesehatan maupun ekonomi sangatlah penting. Presiden berpandangan bahwa kesehatan tetap harus menjadi prioritas, tetapi perekonomian juga harus tetap bisa berjalan.

Baca Juga  11 Buruh Demo Tolak UU Ciptaker Semarang Positif Covid-19

“Gas dan remnya itu betul-betul dikendalikan. Jangan sampai yang digas hanya ekonominya saja tetapi nanti Covid-nya meningkat,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Presiden meminta para kepala daerah untuk membantu penyaluran bantuan sosial secepatnya. Di samping itu, stimulus ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga harus segera diberikan.

“Cek betul, bantu mereka baik dengan APBD kota/kabupaten, APBD provinsi, dan kami di APBN juga akan membantu baik lewat sistem perbankan maupun lewat sistem di kementerian,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara meminta agar pemerintah daerah berhati-hati dalam membuat kebijakan penerapan adaptasi kebiasaan baru atau New Normal. Setiap kepala daerah perlu menerapkan data sains dan saran dari para pakar dan ilmuwan dalam merumuskan sebuah kebijakan.

loading...
Baca Juga  Jangan Menjual Isu HAM Papua Demi Dolar dan Rupiah

“Jangan sampai memutuskan sesuatu tanpa tanya kanan kiri, tidak memakai data sains, ini berbahaya sekali. Semuanya harus di-back up oleh data sains dan saran-saran masukan para scientist,” tegasnya.

Di penghujung acara, presiden menandaskan, ada tiga hal tugas pemerintah, test masif, pelacakan agresif, isolasi yang ketat. Tugas masyarakat yang harus di ingatkan terus, Pakai masker kemanapun, jaga jarak di manapun, menghindari kerumunan.

“Diingatkan terus ini, saya kira sosialisasinya harus terus menerus, enggak bisa berhenti. Kasus positif ini harus setop, jangan sampai ada tambahan lagi,” tandasnya.

Dalam acara tersebut Presiden turut didampingi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. (SETPRES/JJID)

Baca Juga  Bom Bunuh Diri di Katedral, Kapolri: Masyarakat Tidak Usah Panik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *