Desa Senduro Referensi Kerukunan, Pura Terbesar Di Tengah Sekitar Warga Muslim

LUMAJANG, jurnaljateng.id, Kementrian Agama RI mengukuhkan Desa Senduro sebagai salah satu Desa Sadar Kerukunan tahun 2020. Hal tersebut di sebabkan ada satu Pura terbesar di Desa tersebut dimana warga sekitarnya beragama Islam, namun tidak pernah terjadi konfik sekalipun, baik terkait masalah agama atau yang lainnya.

Secara simbolis, Gubernur Jawa Timur, Khofifah memberikan bantuan penerapan protokol kesehatan untuk tempat ibadah, baik untuk Pura, maupun Masjid yang berada di wilayah Senduro. Penyerahannyapun dilakukan di aula tempat pertemuan di Pura Senduro.

Bersama dengan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, M. Zayadi, Gubernur Khofifah meninjau beberapa spot lokasi peribadatan di Pura, ditemani Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, serta pemuka agama Islam maupun Hindu,

Baca Juga  Prokes Ketat, Tidak Menyurutkan Pilket RT05/02 Susukan-Siroto Semarang.

“Sebetulnya berawal dari satu setengah bulan yang lalu, Pak Kanwil Kemenag, memberikan penghargaan terhadap desa desa, yang sudah memberikan referensi seduluran yang kuat,” ujarnya, Minggu (27/9/2020).

Khofifah mengajak Kanwil Kemenag, untuk melihat secara langsung, kerukunan di Senduro. Dia mengatakan, proses kerukunan yang ada pada warga Senduro ini sudah teruji, dimana dalam berkehidupan, mereka bersama sama saling menghormati, dan terjaga secara harmonis.

“Hal yang menarik mungkin adalah, bisa menjadi referensi bahwa masyarakat yang memiliki homestay disini, itu rata rata masyarakat muslim, dan mereka menerima tamu rata rata dari Bali, rata rata beragama Hindu,” ucapnya.

Baca Juga  Bisnis Online, Suharti Beli Kelapa Tertipu Rp 31,2 Juta

Kofifah juga berharap agar kerukunan yang terjadi di desa senduro ini bisa menjadi referensi di daerah-daerah lainya.

loading...

“Dan ini, mudah mudahan bisa menjadi referensi bagi kerukunan antar umat beragama di tempat tempat lain,” katanya.

Khofifah mengatakan, mereka harus saling memberikan kesepahaman dari berbagai perbedaan perbedaan yang muncul antar Suku. Seperti apa yang disampaikan Presiden Jokowi, bahwa Indonesia ini memiliki 714 Suku. Dan masing masing Suku, memiliki adat, tradisi serta bahasa yang berbeda.

“Begitu juga antar umat beragama. Jadi saya rasa, ini bisa kita jadikan referensi bersama, bagaimana Kebhinekaan itu bisa kita jaga dengan semangat saling menghormati, dan saling kasih sayang,” tandasnya.

Baca Juga  Kapolres Mimika Pastikan Anggota KKB Jerman Elas tewas








(RICO/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *