Penyelenggaraan Haji, Kuasa Hukum: Minta Hadirkan Erik Dan Rita

JURNALJATENG, ID, SEMARANG – Terkait adanya pelaporan tentang penyelanggaraan haji yang dilakukan oleh CV Diva Tour, yang berada di jalan Sultan Agung, Gajah Mungkur, Semarang, pada 18 Juni 2019 lalu, yang dilakukan Arnida.

Hal ini diungkapkan Srie Widyaztoet pada wartawan, bahwa pemberangkatan haji yang dilakukannya terhadap pelapor, tidak ada penelantaran dan kegagalan.

“Tidak ada dalam pemberangkatan itu, kami menelantarkan dan menggagalkan jamaah kami,” kata Srie, Kamis (21/1/21).

Dijelaskan Srie, berawal dari pelapor yang masih keponakannya ini, ingin menunaikan ibadah haji pada bulan juni 2019 lalu, dengan bajet keuangan dimiliki pelapor.

Namun, lanjutnya, karena permasalahan visa dan waktu yang sudah sangat dekat saya meminta bantuan Rita untuk mengurus Visa tersebut.

“Karena saat itu Rita tidak bisa dan waktunya sudah sangat sempit, sedangkan ini masih saudara saya, akhirnya Rita saya minta untuk mencarikan orang yang bisa mengurus visa itu, akhirnya Rita memanggil Erik dan diurus oleh Erik,” jelasnya.

Baca Juga  Tim Pengacara Sarmin Ungkap Sengketa Tanah di Kragilan Donorojo Magelang

Pada waktu itu, kata Srie, ia berusaha mencari uang untuk mengurus visa tersebut. Dikarenakan saat itu, Erik meminta uang dengan berbagai alasan karena untuk mengurus keberangkatan haji itu.

loading...

“Saya berusaha semampu saya, dan alhamdullilah saya bisa mengumpulkan dan tersebut, kemudian keponakan saya bisa berangkat haji. Setelah pulang dari haji malah saya yang dilaporkan dengan CV Diva Tour ke polisi,” ungkapnya.

Diakuinya, memang pada waktu itu, Keponakannya meminta kwitansi pembayaran dari dirinya, namun ia meminta kepada Erik tidak diberikan hingga kini, tetapi saksi dan bukti pembayarannya pada Erik, ia memiliki.

“Karena Keponakan saya meminta kwitansi pembayaran, ya saya berikan kwitansi dari Cv Diva Tour, kok malah seperti ini, padahal waktu itu dia tau pembayarannya kepada Erik dan Rita bukan pada CV. Diva Tour,” tuturnya.

Sementara itu, Hermasyah Bakri SH, kuasa hukum dari Srie Widyaztoet, menuturkan, bahwa pelapor ini masih keponakan dari kliennya yang menjadi terlapor.

Baca Juga  Polres Banjarnegara Ringkus Pelaku Pembuang Bayi ke Sungai Serayu

“Hal ini seharusnya diselesaikan secara kekeluargan, ini kan masih budehnya, dan jelas dia tau kalau, uang itu di serahkan kepada Erik dan Rita yang mengurus keberangkatan hajinya, dan pelapor sudah menunaikan haji, tapi kenapa uang diminta kembali dari budehnya, inikan hal yang aneh,” ucap Hermansyah Baakrie SH yang biasa di panggil Dio.

Lanjut Dio, kepolisian juga seharusnya memanggil Erik dan Rita untuk dimintai keterangan dalam kasus ini. “Kok ini hanya klien kami saja yang di panggil, sedangkan Erik dan Rita hingga kini belum dimintai keterangan, klien kami juga punya bukti transfer uang tersebut kepada Erik dan Rita, bahkan kami ada saksi untuk kasus itu,” bebernya.

Disisi lain, wartawan mencoba menghubungi Erik melalui telepon Selulernya untuk dikonfirmasi terkait hal ini, Namun hingga tiga kali belum ada jawaban.

Baca Juga  Subden Pom Pekalongan Lakukan Pengecekan Kendaraan di Kodim Batang

Terpisah, saat di konfirmasi kepolisian Polrestabes melalui penyidik Subnit 1/ unit IV Tipidter, Satreskrim, membenarkan adanya pelaporan terkait hal tersebut. Namun kasus ini kepolisian masih berusaha untuk diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat kedua belah pihak masih keluarga dan bersaudara.

(BUDI/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *