GNPK “Reborn” Semarang Bentuk 16 PAC untuk Perangi Pungli dan Korupsi

SEMARANG, JURNAL JATENG.id— Upaya menekan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi di tingkat kecamatan di Kota Semarang kini semakin digencarkan.

Hal itu disampaikan Dr. Yudi Wong, yang terpilih sebagai Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) “Reborn” Kota Semarang, dalam acara peluncuran organisasi tersebut pada Sabtu (4/11/2025) di Ex Kafe Hand, Jalan Peleburan No.16, Kota Semarang.

Yudi Wong, yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPK GNPK Semarang, terpilih secara aklamasi sebagai ketua untuk periode 2025–2030.

“Kami akan menekan kasus pungli dan korupsi di tingkat kecamatan melalui koordinasi intens antara pemerintah dan masyarakat.

GNPK Reborn akan menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi warga,” ujar Yudi saat dihubungi Selasa 11 November 2025.

Acara peluncuran turut dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP GNPK Rahmad Dakwah, serta Ketua GNPK Semarang sebelumnya, Mahyudi, S.H., yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara GNPK, pemerintah, dan masyarakat.

loading...
Baca Juga  Penasehat Hukum Adi Nurrachman Ajukan Kasasi ke MA Terkait Sengketa Lelang Sertifikat Tanah

“GNPK harus hadir bersama pemerintah dan warga Kota Semarang. Kami berkomitmen mengembalikan kepercayaan publik dengan menutup ruang bagi praktik pungli dan korupsi,” tegas Rahmad.

Peluncuran ini sekaligus menandai kebangkitan kembali GNPK setelah sempat vakum beberapa waktu.

Yudi menyebut, kepemimpinan baru ini menjadi simbol regenerasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Dunia sudah berubah, teknologi berkembang pesat. Kini perjuangan bukan lagi fisik, tetapi melalui profesionalitas dalam menjalankan tugas,” tambahnya.

Salah satu agenda utama peluncuran adalah pembentukan 16 Pusat Aksi Cepat (PAC) di seluruh kecamatan di Kota Semarang.

PAC tersebut akan menjadi garda terdepan dalam menerima laporan dugaan korupsi, melakukan verifikasi awal, dan menyalurkannya ke aparat penegak hukum.

Baca Juga  DPRD Dorong Pemerintah Perketat Aturan dan Bangun Jalur Penyelamat di Turunan Silayur

Ketua lama GNPK, Mahyudi, S.H., menyambut baik tongkat estafet kepemimpinan tersebut.

“Dengan kepemimpinan baru, saya yakin GNPK bisa kembali menjadi contoh integritas bagi organisasi masyarakat lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Piton, yang kini menjabat sebagai Dewan Penasehat GNPK, menyampaikan dukungan penuh kepada pengurus baru.

“Kami akan terus mendorong agar koordinasi antaranggota berjalan baik. Jangan biarkan pihak yang tidak bertanggung jawab merusak nama GNPK.

Kami siap membantu program dan mendukung kebutuhan organisasi, termasuk penyediaan atribut bagi seluruh personel,” ungkapnya.

Selain pengurus dan tokoh utama GNPK, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh lokal seperti Ibu Tari, Bapak Triono, Bledek, Togog, dan Ibu Anna, yang turut memberikan dukungan moral atas kebangkitan GNPK Reborn di Kota Semarang.

Baca Juga  Gubernur Ahmad Luthfi Hadirkan Inovasi Pelayanan Publik, Dokter Spesialis Kini Menyapa Warga Hingga Pelosok Desa