Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini, Gumilang Tekankan Peran Forum Anak di Wonotingal

Peserta Forum Anak Wonotingal saat berfoto bersama narasumber

SEMARANG, JURNALJATENG.id – Upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan sejak usia dini terus diperkuat di Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Fraksi PKB, Gumilang Febriyansyah, saat menghadiri kegiatan Pelatihan Keorganisasian Forum Anak yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang melalui Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Minggu (8/2/2025).

Dalam kesempatan itu, Gumilang menekankan pentingnya Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi diri, serta berperan aktif dalam pembangunan yang ramah anak.

Menurutnya, Forum Anak bukan sekadar organisasi biasa, melainkan mitra pemerintah yang perlu diperkuat dari sisi kapasitas keorganisasian, kepemimpinan, hingga kerja tim agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Forum Anak adalah ruang belajar sekaligus ruang aspirasi. Teman-teman di sini belajar menyampaikan pendapat dengan baik, serta menyusun dan menjalankan program kegiatan,” ujar Gumilang.

Baca Juga  Warga Gempolsewu Senang, Jembatan Gantung Resmi Beroperasi,Ini Pesan DPR RI Fadholi

Ia juga menyoroti pentingnya struktur organisasi yang jelas, pembagian peran, serta etika dalam berorganisasi.

loading...

Melalui keterlibatan aktif di Forum Anak, peserta diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, percaya diri, mampu bekerja sama, serta saling menghargai.

“Dengan aktif berorganisasi sejak dini, teman-teman dilatih kepemimpinan, manajemen kegiatan, hingga cara bermusyawarah dan berdiskusi. Ini bekal penting untuk masa depan,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Forum Anak Kelurahan Wonotingal diharapkan semakin berdaya, terorganisir, dan aktif menyuarakan aspirasi anak, sekaligus tumbuh menjadi generasi muda yang sadar demokrasi, kritis, beretika, dan berintegritas.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Lurah Wonotingal, Sholeh, dan diikuti oleh 20 anak yang tergabung dalam Forum Anak Kelurahan Wonotingal.

Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk memahami organisasi, kepemimpinan, kerja sama, serta pengenalan demokrasi sejak usia dini.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Semarang Euis Noor Faoziah dalam paparannya menjelaskan peran dan fungsi Bawaslu dengan analogi yang mudah dipahami anak-anak.

Baca Juga  Pencabutan Maklumat Kapolri Menuju Era New Norma Bukan Berarti Masyarakat Telah Bebas

Ia mengibaratkan Bawaslu sebagai wasit dalam sebuah pertandingan yang bertugas memastikan jalannya demokrasi tetap sesuai aturan.

“Bawaslu itu seperti wasit. Tugasnya bukan hanya mencegah pelanggaran, tetapi juga menindak jika terjadi pelanggaran dalam pemilu,” jelas Euis.

Ia menambahkan, praktik demokrasi sebenarnya sudah dekat dengan kehidupan anak-anak, salah satunya melalui Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS) di sekolah.

Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal ketika mereka memasuki usia pemilih.

“Ketika sudah berusia 17 tahun, teman-teman harus menjadi pemilih cerdas. Jangan mau tergoda politik uang, karena itu melanggar aturan dan merusak demokrasi,” tegasnya.

Euis juga mengingatkan pentingnya bijak bermedia sosial yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda.

Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana kampanye maupun menyampaikan pendapat, namun harus digunakan secara bertanggung jawab.

Baca Juga  Mencanting Asa di Atas Kain Putih: Siswa SMPN 02 Semarang Belajar Cinta Budaya Lewat Batik

“Berita hoaks adalah berita yang tidak benar. Kalau menemukannya, jangan diteruskan. Cukup berhenti di teman-teman,” pesannya