Bupati Kendal Kini Resmi Jadi Kadang Kinormat Permadani

Orang nomor satu di Kabupaten Kendal,menerima Pikukuh sebagai Kadang Kinormat (anggota kehormatan) Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (PERMADANI), dalam penyerahan yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).

JURNALJATENG,KENDAL — Komitmen terhadap pelestarian budaya kembali ditegaskan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.

Orang nomor satu di Kabupaten Kendal itu resmi menerima Pikukuh sebagai Kadang Kinormat (anggota kehormatan) Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (PERMADANI), dalam penyerahan yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).

Pikukuh tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan yang ditandatangani Pangarsa Tama DPP Permadani KRT Suyitno Hadi Pamungkas, dan diserahkan langsung oleh Ketua DPD Permadani Kendal, Gembong Sapto Nugroho, S.Sn.

Momen itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kendal yang juga menerima kehormatan serupa.Penyerahan SK ini sejatinya direncanakan saat Wisuda Pawiyatan Bregada 51 dan 52 pada 20 Januari lalu.

Baca Juga  Perempuan Terbakar Dalam Mobil Masih Kerabat Presiden

Namun karena padatnya agenda kepala daerah, prosesi dilakukan secara khusus di ruang kerja bupati sekaligus menjadi ajang silaturahmi jajaran pengurus DPD Permadani Kendal.

Dalam sambutannya, Bupati Dyah Kartika Permanasari menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.

Ia mengaku bangga dan siap menjadi pengayom serta mendukung langkah-langkah Permadani dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan budaya bangsa, khususnya budaya Jawa.

loading...

Sementara itu, Ketua DPD Permadani Kendal Gembong Sapto Nugroho menyampaikan harapannya agar kehadiran Bupati sebagai Kadang Kinormat dapat menambah semangat seluruh jajaran pengurus dan anggota dalam “ndhudhuk, ndhudhah, ngrembakaake” budaya bangsa.

Baca Juga  Camat Pegandon Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Mushola Nurul Hikmah Puguh

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan buku AD/ART, pin kehormatan, serta Buku TRIMA sebagai pegangan Kadang Permadani.

Momentum ini menjadi simbol eratnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pegiat budaya dalam memperkuat identitas kultural di tengah arus modernisasi.

(JJID/SFK)