Keris Milik Presiden Prabowo Subianto Dipamerkan di Semarang

Staf Khusus Kementerian Kebudayaan RI, Empu Basuki Teguh Yuwono saat menunjukan keris di Pameran Keris Nasional digelar di Hotel Front One Kesambi, Gajahmungkur, Semarang, Jumat -Minggu (13-15) Februari2026.

SEMARANG, JURNAL JATENG.id– Pameran Keris Nasional digelar di Hotel Front One Kesambi, Gajahmungkur, Semarang, mulai Jumat -Minggu (13-15) Februari2026.

Ratusan pusaka keris dari berbagai daerah dipamerkan, termasuk keris milik Presiden Prabowo Subianto, guna memperkuat pelestarian budaya Nusantara sekaligus menarik minat generasi muda.

Pameran tersebut menampilkan koleksi keris langka seperti Keris Sabuk Inten era Kamardikan gaya Mataram, hingga Keris Jalak Sangu Tumpang yang identik dengan kesakralan Mahameru.

Koleksi keris milik Presiden Prabowo Subianto juga menjadi salah satu sorotan pengunjung.

Staf Khusus Kementerian Kebudayaan RI, Empu Basuki Teguh Yuwono, menyebut pameran ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem budaya keris agar dapat diwariskan dari waktu ke waktu.

Baca Juga  Pabrik PT. Master Kids Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Saat ini sudah ada sertifikasi profesi pembuatan keris yang masuk perguruan tinggi. Ini menjadi sarana pembinaan, konservasi, sekaligus langkah strategis menggerakkan ekonomi budaya melalui keris,” kata Empu Basuki

loading...

Suasana pameran semakin menarik perhatian ketika seorang empu memperagakan proses pembuatan keris dari besi baja yang ditempa pada suhu tinggi.

Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan secara langsung rumitnya proses pembuatan pusaka.

Menariknya, gelaran Pameran Keris Nasional kali ini didominasi anak muda.

Ketua panitia, Ridwan Maulana, menegaskan generasi muda siap menjadi pelopor modernisasi budaya keris agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Budaya itu mengikuti zaman. Bentuk pelestarian keris adalah bagaimana kita menyajikannya kembali dalam bentuk yang relevan sesuai perkembangan,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan pameran ini merupakan hasil diskusi panjang selama tiga bulan bersama komunitas keris dari Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Baca Juga  MENGURAI KEMACETAN DI MERAK, BUTUH SATU KOMANDO

Tujuannya untuk memberi warna baru pada budaya pusaka sekaligus meluruskan persepsi masyarakat terhadap keris yang dinilai mulai bergeser.

“Apa makna keris zaman dahulu dengan keris saat ini perlu dibahas. Agar terbentuk pencitraan baru tentang keris di tengah masyarakat, sehingga generasi muda mau menerima budaya lama dengan kemasan yang lebih sesuai,” tambahnya.

Ia juga menyebut regenerasi empu di Jawa Tengah saat ini cukup berkembang, termasuk munculnya empu-emp u muda yang aktif dalam komunitas.

Dalam pameran tersebut ditampilkan 61 bilah pusaka dari berbagai daerah di Indonesia dan melibatkan 39 pebursa keris, mayoritas berasal dari Kota Semarang serta kreator keris dari Kabupaten Semarang.

Sementara itu, General Manager Hotel Front One HK Semarang, Doni Avianto, menyebut pameran ini memberi edukasi kepada masyarakat terkait proses pembuatan keris.

“Di sini masyarakat bisa melihat langsung prosesnya. Kenapa keris mahal, karena ada tahapan panjang dan pembelajaran yang ditunjukkan langsung oleh empu muda,” katanya.

Baca Juga  Perhutani KPH Kendal Apel Siaga Pengendalian Masuk Musim Kemarau