DPRD Jateng Tekankan Target Pendapatan 2027 Harus Realistis dan Terukur

SURAKARTA, JURNAL JATENG.id –DPRD Jawa Tengah menegaskan bahwa penetapan target pendapatan yang realistis menjadi kunci dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan di Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, dalam Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2027 yang diselenggarakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah di Kota Surakarta, Selasa (7/4/2026).
Rapat ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan PAD.
Sumanto menekankan, target pendapatan tahun 2027 harus disusun secara realistis namun tetap optimistis.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil, BLUD, hingga BUMD tidak hanya menyajikan angka target, tetapi juga memperkuat strategi pencapaiannya.
Upaya tersebut, lanjutnya, meliputi intensifikasi penagihan tunggakan, optimalisasi retribusi daerah, serta peningkatan kinerja badan usaha milik daerah (BUMD).
“Target yang disusun harus berbasis potensi riil dan disertai langkah konkret agar dapat dicapai,” ujarnya.
Ia berharap, melalui rakor ini dapat dihasilkan kesepakatan target pendapatan yang kredibel sehingga program prioritas pembangunan,
seperti sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, tetap berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, ia mengakui kondisi ekonomi global yang bergejolak akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah turut memicu tekanan inflasi.
Kondisi ini menuntut pemerintah untuk lebih efisien dalam mengelola anggaran.
Dampak tersebut juga dirasakan pemerintah daerah, seiring berkurangnya alokasi transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp1,52 triliun.
Oleh karena itu, daerah dituntut semakin mandiri dalam mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan.

Rapat koordinasi ini dihadiri pimpinan DPRD Jawa Tengah, Badan Anggaran, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah.
