DPRD Jateng Terima Aspirasi BEM Semarang Raya, Mahasiswa Soroti Isu TNI dan Kesejahteraan

SEMARANG, JURNALJATENG.id – DPRD Provinsi Jawa Tengah menerima aspirasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Semarang Raya saat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Aspirasi tersebut diterima oleh anggota DPRD, Muhaimin.
Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki kewajiban untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial.
Aksi diikuti sekitar 200 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Semarang, di antaranya Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), UIN Walisongo, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas PGRI Semarang (Upgris), Unika Soegijapranata, dan Politeknik Negeri Semarang (Polines).

Sebelum menuju Gedung DPRD di Jalan Pahlawan, para mahasiswa terlebih dahulu berkumpul di Boulevard Undip, Jalan Imam Bardjo.
Dari lokasi tersebut, mereka berjalan kaki menuju titik aksi sambil menyampaikan orasi secara bergantian.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa tuntutan bertajuk “Kembalikan TNI ke Barak”.
Melalui juru bicara, mereka meminta DPRD menyikapi dinamika nasional, khususnya terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh aparat TNI terhadap warga sipil serta kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mahasiswa juga mendesak agar TNI kembali fokus pada tugas utamanya di bidang pertahanan negara.
Menanggapi hal itu, Muhaimin menyatakan seluruh aspirasi akan dicatat dan diteruskan kepada pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Ia menambahkan, aspirasi tersebut juga akan disampaikan ke DPR RI, khususnya Komisi III, serta kepada pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.
DPRD, kata dia, mendorong agar berbagai isu krusial dapat dikaji secara serius demi kepentingan masyarakat luas.
“DPRD Jateng akan terus membuka ruang dialog yang sehat, terukur, dan terarah,” ujarnya.
Muhaimin juga menilai penyampaian aspirasi tidak hanya melalui aksi di jalan, tetapi dapat dilakukan melalui forum dialog dan ruang formal agar menghasilkan kontribusi yang lebih konstruktif.
Aksi unjuk rasa berlangsung sekitar 30 menit.
Meski demikian, mahasiswa menyatakan belum puas dengan penjelasan yang disampaikan perwakilan DPRD.
Massa kemudian membubarkan diri secara tertib dan kembali berjalan kaki menuju titik awal di kawasan Undip
