Peran Perempuan Menguat, DWP Kendal Fokus Jaga Kualitas Gizi Anak Lewat Dapur MBG

JURNALJATENG,KENDAL — Peran perempuan dalam pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui langkah aktif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kendal. Tak hanya sebagai pendamping, DWP kini turut mengambil peran strategis dalam memastikan kualitas gizi anak melalui pengawasan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan oleh Pj Ketua DWP Kabupaten Kendal, Sugiarti Dwi Lestari, dalam acara Halalbihalal yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Senin (14/4/2026).
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam memastikan kualitas makanan anak menjadi bagian penting dalam membentuk generasi sehat dan unggul.
Oleh karena itu, DWP akan turun langsung memantau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai wilayah Kendal.
“Kami ingin memastikan proses pengolahan hingga distribusi makanan benar-benar memenuhi standar gizi. Ini penting agar anak-anak mendapatkan asupan yang sehat dan layak,” ujarnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata perempuan dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam menciptakan generasi emas 2045.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya anggota Dharma Wanita, sangat krusial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak, terutama di era digital saat ini. “Anak-anak membutuhkan lingkungan keluarga yang penuh perhatian, dengan pola asih, asah, dan asuh yang seimbang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mendorong anggota DWP untuk tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam pembangunan daerah.
Acara Halalbihalal tersebut juga menjadi ajang pemberdayaan ekonomi lokal melalui bazar UMKM unggulan Kendal, yang turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni musik dan tari nasional.
Dengan langkah ini, DWP Kendal menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga dalam memastikan kualitas generasi masa depan.
(JJID/SFK)
