STT Kanaan Nusantara Hadirkan Panggung Boneka, Perkuat Pelayanan Anak di Paskah GKI Pudak Payung

SEMARANG, JURNAL JATENG.id – Sebanyak 60 anak mengikuti Perayaan Paskah Sekolah Minggu di GKI Pudak Payung, Semarang, Minggu, 12 April 2026, dengan penuh antusias.

Perayaan kali ini tampil berbeda. Sekolah Tinggi Teologi (STT) Kanaan Nusantara Ungaran menghadirkan panggung boneka sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar pelayanan anak.

Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen dan Teologi STT Kanaan Nusantara, dengan melibatkan dosen serta mahasiswa.

Koordinator panitia panggung boneka, Olive, menyampaikan bahwa media panggung boneka masih efektif dan diminati anak-anak, mulai dari usia balita hingga remaja.

“Melalui panggung boneka, anak-anak lebih fokus dan tertib saat mendengarkan firman Tuhan,” ujar Olive

Baca Juga  Setia Bersama Jokowi, KOBAR Konsolidasi Di Kota Surakarta

Mengusung tema “Harap Tak Leyap, Kasih Tak Hilang”, kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat pemahaman anak terhadap cerita Alkitab.

loading...

Olive menambahkan, peran sebagai aktor boneka menuntut kemampuan menghidupkan karakter dalam cerita.

Karena itu, tim melakukan latihan intensif sebelum tampil agar pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Ketua Micro Teaching Prodi PAK STT Kanaan Nusantara, Dr. Yudi Hendrilia, M.Pd., menyoroti masih minimnya penggunaan media kreatif dalam pelayanan Sekolah Minggu.

Menurutnya, gereja perlu memfasilitasi pelatihan dan penyediaan media pembelajaran agar anak-anak lebih mudah memahami materi.

Baca Juga  MENCOBA MEMAHAMI IRSHAD MANJI

“Dengan dukungan media dan pelatihan, konsentrasi anak saat mengikuti khotbah dapat meningkat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan kesiapan STT Kanaan Nusantara untuk membantu gereja melalui pelatihan guru, penyediaan boneka, hingga pengembangan kurikulum dan media panggung boneka secara mandiri.

Pihak guru Sekolah Minggu GKI Pudak Payung pun mengapresiasi keterlibatan tim STT Kanaan Nusantara.

Ke depan, kedua pihak berencana melanjutkan kerja sama dalam pengembangan pelayanan anak berbasis media kreatif.