Kesbangpol Jateng: Persatuan dan Kasih Menjadi Kunci Menjaga Kerukunan Bangsa

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah bersama organisasi masyarakat (ormas) Kristen, Katolik, dan aktivis gereja se-Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (26/7/2026).

JURNALJATENG,SEMARANG – Nilai persatuan, kasih, dan semangat kebhinekaan menjadi pesan utama dalam pertemuan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah bersama organisasi masyarakat (ormas) Kristen, Katolik, dan aktivis gereja se-Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (26/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan komunitas keagamaan untuk memperkuat komitmen menjaga kerukunan, sekaligus menyikapi tantangan intoleransi yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Agung Hikmati, mengatakan bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan menjadi sumber perpecahan.

Baca Juga  Jateng Damai Tanpa Radikal

“Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami mengajak organisasi Kristen dan Katolik terus memperkuat persatuan serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat,” ujarnya.

kesbangpol semarang bersama ormas masyarakat dan lintas agama.

Dalam forum tersebut hadir sejumlah narasumber, di antaranya Pdt. Rahmat Rajaguguk dari GKI Gereformed Kota Semarang, Pelita Wawan, Yermia Supra, S.Th., M.Th. dari Bamagnas Provinsi Jawa Tengah, serta Dr. Yudi Hendrilia, M.Pd., Dewan Pendiri Yayasan Shema Anugerah Indonesia.

Para narasumber menekankan bahwa ajaran kasih menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai. Mereka mengajak seluruh umat untuk terus membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Baca Juga  Hari ke Empat, Ketua Kontingen Kendal Sulistyo Ari Yakin Target 10 Besar Tercapai

Pdt. Rahmat Rajaguguk menyampaikan bahwa perbedaan merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Menurutnya, semangat saling menghormati dan menghargai menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.

“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk saling menguatkan. Dengan kasih, toleransi, dan kebersamaan, kita dapat menjaga kerukunan serta memperkokoh persatuan bangsa,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah berharap sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas keagamaan semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjadikan Jawa Tengah sebagai daerah yang tetap rukun, damai, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Baca Juga  Yudi Wong : PSI Target Menang 7-8 Kursi di DPRD Kota Semarang

(JJID/RED)