Waspada Kreak! Kapolres Kendal Turun Gunung Bina Pelajar SMK Bina Utama

KENDAL,JURNALJATENG.ID – Lapangan SMK Bina Utama Kendal mendadak hening, Senin (24/8/2026). Bukan karena hukuman, tapi karena Inspektur Upacara pagi itu adalah Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si. yang turun langsung.
Di hadapan ratusan pelajar, jajaran Pejabat Utama Polres Kendal, Kepala SMK Bina Utama Santi Larasati, S.H., pembina yayasan dan dewan guru, Kapolres perempuan itu tidak sekadar memimpin upacara. Ia membawa data dan peringatan keras.
AKBP Ratna membongkar hasil operasi terbaru di Lingkar Weleri: 48 kendaraan disita dan 70 remaja diamankan karena balap liar. Ia bersyukur, dari puluhan remaja itu, tidak ada satu pun siswa SMK Bina Utama yang terlibat.
“Itu bukti kalau kalian masih di jalur yang benar. Jangan pernah coba-coba hancurkan masa depan hanya karena ikut-ikutan kreak dan balap liar,” tegasnya lantang.

Peringatan itu berlanjut lebih dalam. Bukan hanya soal geng motor, Kapolres juga menyinggung musuh yang lebih dekat dengan remaja masa kini: narkoba, miras, senjata tajam, kebiasaan begadang, dan kecanduan gawai.
“Jangan begadang yang tidak perlu. Itu merusak fisik dan perkembangan otak kalian. Gunakan gawai untuk cari ilmu, bukan cari masalah. Pilih pergaulan yang baik,” pesannya.
Yang paling membuat siswa terdiam adalah saat ia meluruskan mitos lama. Banyak remaja mengira di bawah umur kebal hukum.
“Jangan salah. Di bawah umur bukan berarti kebal hukum. Setiap pelanggaran pidana tetap akan diproses sesuai Sistem Peradilan Pidana Anak. Pikirkan konsekuensinya sebelum berbuat,” ujarnya.
Di akhir arahannya, AKBP Ratna memberikan motivasi yang menyentuh. Ia mengingatkan bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengentaskan kemiskinan dan membalas perjuangan orang tua.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan fasilitas pendidikan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Kehadiran Polres Kendal ini mendapat apresiasi tinggi dari Yayasan SMK Bina Utama. Dengan jumlah siswa yang sangat besar, pihak yayasan menilai sinergi dan pendampingan karakter dari Polri adalah langkah strategis untuk mencegah kenakalan remaja sejak dini.
(JJID/SFK)
