Lomba Mancing Meriah di Desa Mojo: Hadiah Utama Kambing

KENDAL, JURNALJATENG.ID – Sungai irigasi di depan Balai Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Minggu (30/8/2026) pagi disulap menjadi lautan pemancing. Ratusan warga tumpah ruah merayakan HUT RI ke-80 dengan cara tak biasa: senam bersama, jalan sehat keliling desa, dan puncaknya lomba mancing akbar dengan taburan 2,5 kwintal ikan.
Yang paling menyedot perhatian, panitia menyiapkan jackpot ikan bawal jumbo seberat 1,5 Kg dengan hadiah utama 1 ekor kambing.
Lomba yang dipusatkan di sungai irigasi depan balai desa itu diikuti warga dari 8 RW dan 23 RT se-Desa Mojo. Sejak pagi, tepian sungai sudah dipenuhi peserta yang membawa joran masing-masing.
Ketua Karang Taruna Desa Mojo, Nur Utomo, mengatakan antusiasme warga tahun ini luar biasa. Bahkan panitia sempat harus putar otak karena air di sungai irigasi sempat surut.
“Alhamdulillah rangkaian acara pagi senam, jalan sehat selesai langsung lanjut mancing di sungai irigasi depan balai desa. Total ikan 2,5 kwintal kita turunkan. Untuk jackpot kita khususkan ikan bawal. Sempat ada kendala air surut, langkah panitia mencari solusi dengan mengambil air dari Sungai Blukar dan sudah izin pada pengurus sungai, agar proses lomba berjalan lancar,” ujar Nur Utomo
Solusi cepat itu pun berhasil. Aliran Sungai Blukar dialirkan ke sungai irigasi depan balai desa, lomba pun bisa digelar hingga siang hari.
Untuk kategori jackpot ikan bawal jumbo yang memang sengaja disiapkan panitia:
Juara 1: Bawal 1,5 Kg – Hadiah 1 ekor kambing
Juara 2: Bawal 1,4 Kg – Hadiah Rp 300.000
Juara 3: Bawal 1,3 Kg – Hadiah Rp 200.000
Kepala Desa Mojo, Nur Kholis, mengapresiasi penuh kekompakan Karang Taruna dan warga. Menurutnya, pemilihan sungai irigasi depan balai desa sebagai lokasi lomba punya makna kebersamaan.
“Saya sangat mendukung. Harapan kami kegiatan mancing ini sudah berjalan 4 tahun dan bisa terus kita lestarikan. Tujuannya bukan hanya lomba, tapi untuk kebersamaan warga Desa Mojo. Dari senam pagi, jalan sehat, sampai mancing bareng di sungai depan balai desa, semua membaur tanpa sekat. Inilah makna merdeka yang sebenarnya,” tegas Kades Nur Kholis.
Kades juga menilai kekompakan panitia mengatasi air surut dengan mengambil air dari Sungai Blukar patut diapresiasi sebagai bukti gotong royong masih hidup di Desa Mojo.
Hingga siang, lomba masih berlangsung. Warga yang tak dapat jackpot tetap bahagia membawa pulang ikan lele dan bawal hasil tangkapan untuk lauk bersama keluarga.
(JJID/SFK)
