652 Hektar DAS Bodri Dihijaukan, Bupati Tika: Ini Investasi Masa Depan

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari pimpin langsung Rehabilitasi DAS Bodri di Desa Wonosari, di dampingi Manager K3L PLN UIT JBT, Yenni D Ariyanto Pegandon, Senin (7/9).

KENDAL, JURNALJATENG.ID – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memimpin langsung rehabilitasi 652 hektar lahan kritis di DAS Bodri, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Senin (7/9/2026).

Program kolaborasi dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) ini menargetkan penanaman 260 ribu pohon dalam dua bulan.

Selain Wonosari, rehabilitasi juga menyasar Desa Singorojo dan Sukodadi.

Bupati Tika menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni.

“Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi untuk masa depan dan warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” tegas Bupati Tika.

Ia menilai DAS Bodri sangat strategis untuk mencegah erosi, banjir hingga banjir bandang, sekaligus menjaga ketersediaan air tanah.

Baca Juga  Bupati Pati : Perlu Adanya Transparansi Oleh Pihak Desa, BLTDD II Selesai Minggu Depan

Manager K3L PLN UIT JBT, Yenni D Ariyanto, menyebut untuk Desa Wonosari saja luasannya 214 hektar dengan jenis pohon sengon dan jabon, plus tumpang sari durian, nangka, dan rambutan yang bernilai ekonomi bagi warga.

PLN juga memastikan pemeliharaan rutin selama 3 tahun, dari 2026 hingga akhir 2029, sebelum diserahterimakan ke Kementerian Kehutanan.

Kades Wonosari Apresiasi, Sebut DAS Bodri Sudah Lama Kritis

Kepala Desa Wonosari, Mukalil, menyambut baik program tersebut dan berterima kasih kepada Bupati dan PLN.

“Kami atas nama warga Wonosari sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati Tika dan PLN. Lahan di DAS Bodri ini sudah lama kritis, sering longsor saat hujan deras. Dengan ditanami 214 hektar di desa kami, ini sangat membantu,” ujar Kades Mukalil.

Baca Juga  Ketua KPU: Pilkada Tak Ada Ancaman Terorisme

Mukalil menambahkan, DAS Bodri sudah lama kritis dan menjadi salah satu sebab banjir dan sedimentasi di hilir sungai.

“Dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan risiko banjir di wilayah hilir Pegandon dan sekitarnya bisa berkurang drastis.” tutupnya.

Di akhir kegiatan, Bupati Tika mengingatkan warga agar tetap memperhatikan jarak aman transmisi listrik (ROW) saat menanam pohon agar tidak mengganggu jaringan listrik.

(JJID/SFK)