Kekosongan Perangkat Desa di Kendal Tembus 338, Warga Titip Pesan: Ingin Calon dari Orang Lokal

KENDAL,JURNALJATENG.ID – Kekosongan jabatan di pemerintahan desa Kabupaten Kendal kian menggunung. Tak hanya 13 kursi Kepala Desa yang kini dijabat Penjabat (Pj), jumlah kekosongan perangkat desa tercatat sudah mencapai 338 orang dan diprediksi akan terus bertambah.
Fakta tersebut diungkap Kepala Dispermasdes Kendal, Alfebian Yolando ST MA, di sela kegiatan Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga) di Desa Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Jumat (18/09/2026).
“Saat ini untuk jabatan kades yang kosong sudah ada 13 desa dan diisi Pj. Bulan Oktober ini akan ada tambahan 5 desa yang kadesnya purna tugas, yaitu Desa Ngesrepbalong, Kebongembong dan seterusnya,” ujar Alfebian.
Menurutnya, untuk lima desa yang akan kosong tersebut, Pj Kades akan diisi oleh PNS di lingkup Pemda Kendal melalui SK Bupati.
Sementara kekosongan perangkat desa yang sudah mencapai 338, diakui akan terus bertambah seiring masa purna tugas.Di tengah kekosongan itu, aspirasi warga justru mengerucut pada satu harapan: calon kades dan perangkat desa berasal dari warga setempat.
Pantauan di lapangan saat Bersatu Siaga, banyak warga yang curhat langsung kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari agar putra daerah diprioritaskan, dengan alasan lebih memahami kondisi dan karakter desanya.Namun harapan tersebut berbenturan dengan aturan pusat.
Alfebian menegaskan, sesuai regulasi yang berlaku, siapapun Warga Negara Indonesia (WNI) bisa mendaftar menjadi kades maupun perangkat desa di desa manapun.
“Aturannya siapapun boleh ikut, asalkan setelah terpilih wajib pindah dan menjadi warga tetap di desa tempat dia bertugas,” jelasnya.
Alfebian menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu rampungnya Perda tentang Kepala Desa dan Perangkat Desa yang masih dibahas di DPRD Kendal.
Perda tersebut menjadi kunci untuk mengisi kekosongan jabatan.”Sedang menunggu Perda, semoga cepat selesai agar kekosongan bisa segera terisi, pekerjaan lancar dan pelayanan masyarakat lebih baik,” katanya.
Ia juga menegaskan, untuk kades yang kosong karena meninggal dunia, tidak akan ada pemilihan antar waktu. Semuanya akan dipilih serentak pada Pilkades 2028.
Sementara itu, ia mengapresiasi program Bersatu Siaga yang dinilai menjadi jembatan efektif antara warga dan Bupati.
Dalam forum tersebut, warga bebas menyampaikan keluhan mulai dari infrastruktur rusak, penanganan banjir, sekolah rusak, hingga masalah pertanian.
“Kegiatan ini sangat positif karena warga bisa curhat langsung ke Bupati. Tentu semua aspirasi akan ditampung, warga harus sabar karena semua terkait anggaran,” pungkasnya.
(JJID/SFK)
