Gerak Cepat di Istana: Suyudi Ario Seto Bawa Slogan ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Resmi Jabat Kapolri

JAKARTA, JURNALJATENG.ID – Tongkat komando Korps Bhayangkara resmi berganti. Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Proses pergantian ini terbilang kilat. Hanya sehari setelah Presiden mengirimkan Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Surpres/09/2026 pada 30 September 2026, DPR RI langsung menyetujui secara aklamasi dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Sidang 2026-2027.
Siang harinya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi pelantikan akan digelar di Istana.Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96 dan 97/POLRI Tahun 2026 ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Suyudi yang sebelumnya berpangkat Komisaris Jenderal Polisi resmi naik pangkat menjadi Jenderal Polisi usai dilantik, sementara Wahyu Hadiningrat menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri.
Sosok Suyudi bukan orang baru. Putra Pandeglang kelahiran 14 Juli 1973, lulusan Akpol 1994 ini punya rekam jejak panjang dari dunia reserse, pernah menjabat Kapolres Bogor, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga terakhir menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI sejak 25 Agustus 2025.
Tak hanya pergantian personel, Kapolri baru juga membawa arah baru. Dalam fit and proper test di Komisi III DPR, Suyudi memperkenalkan slogan kepemimpinannya: “Polisi Bersama Masyarakat”. Gagasan ini dinilai menjadi kunci untuk memperkuat kembali kepercayaan publik.
Harapan pun langsung mengalir. Sehari setelah pelantikan, KPK menyampaikan harapan agar sinergi pemberantasan korupsi makin tajam di bawah komando baru.
.(JJID/SFK)
