18 Finalis Bersaing, Brigita Bupu Alfons Rebut Trophy Bergilir Gubernur Jateng.

Brigita Alicia Bupu Alfons, siswi kelas X SMA Maria Reginia International Senior High School Semarang. Juara Umum Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-40 Tahun 2026

SEMARANG, JURNALJATENG.ID – Brigita Alicia Bupu Alfons, siswi kelas X SMA Maria Reginia International Senior High School Semarang, berhasil meraih gelar Juara Umum Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-40 Tahun 2026. Brigita unggul dalam penilaian dewan juri sekaligus berhak membawa pulang Trophy Bergilir Gubernur Jawa Tengah dalam ajang yang digelar Yayasan Argadia Citra Indonesia di QUEST Hotel, Jalan Plampitan, Kota Semarang, Sabtu (3/10/2026).

Kemenangan Brigita menjadi puncak kompetisi yang diikuti 18 finalis perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Para peserta mengikuti serangkaian tahapan penilaian yang tidak hanya menitikberatkan pada penampilan, tetapi juga mencakup bakat, kecerdasan, kepribadian, etika, wawasan kebudayaan, serta kemampuan merepresentasikan nilai-nilai budaya bangsa.

Penyelenggaraan pemilihan yang telah memasuki tahun ke-40 ini sekaligus menegaskan konsistensi Yayasan Argadia Citra Indonesia dalam menjadikan generasi muda sebagai bagian penting dari upaya pelestarian kebudayaan, pengenalan potensi pariwisata, serta penguatan kecintaan terhadap identitas bangsa.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua DPD Yayasan Argadia Citra Indonesia Jawa Tengah, Hesty Budiharjono, mengatakan Pemilihan Putri Citra Indonesia bukan semata-mata kegiatan kompetisi kecantikan atau penampilan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa, khususnya dalam berbusana yang mencerminkan identitas budaya Indonesia.

Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Hesty tersebut, busana daerah memiliki makna lebih luas daripada sekadar pakaian. Di dalamnya terkandung nilai sejarah, filosofi, karakter, serta kekayaan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan semacam ini dinilai penting agar warisan budaya tidak berhenti sebagai simbol seremonial, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

“Pemilihan Putri Citra Indonesia ini diselenggarakan untuk melestarikan nilai-nilai luhur dalam berbusana yang mencerminkan budaya bangsa,” ujar Hesty.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu, yang telah membantu kami dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-40 ini,” ungkapnya.

Memasuki penyelenggaraan ke-40, ajang tersebut memiliki nilai historis tersendiri bagi Yayasan Argadia Citra Indonesia. Keberlangsungannya selama empat dekade menunjukkan bahwa kegiatan berbasis pendidikan, kebudayaan, sosial, dan pariwisata masih memiliki ruang strategis dalam membangun karakter generasi muda.

Baca Juga  Pengurus PC GP Ansor Kendal 2024-2028 Resmi Dilantik,Inilah Susunan Pengurus Baru

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-40 juga disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. Hanung Triyono, M.Si., menilai konsistensi Yayasan Argadia Citra Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut patut diapresiasi.

Menurut Hanung, ajang pemilihan putri daerah memiliki relevansi dengan upaya membangun generasi muda yang tidak hanya percaya diri, tetapi juga memiliki wawasan kebudayaan, kepribadian, etika, serta kepedulian terhadap potensi daerah.

“Pemilihan Putri Citra Indonesia tidak sekadar menilai penampilan, namun ajang tersebut menjadi ruang bagi generasi muda menunjukkan bakat, kecerdasan, kepribadian, etika, wawasan budaya serta kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia,” tandasnya di sela-sela penilaian pemenang.

Hanung menambahkan, Jawa Tengah memiliki kekayaan tradisi, budaya, dan potensi pariwisata yang sangat beragam. Kekayaan tersebut membutuhkan upaya pelestarian sekaligus pengenalan secara berkelanjutan, terutama dengan melibatkan generasi muda.

Dalam konteks pengembangan pariwisata, para finalis diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar atau penghargaan. Mereka diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda yang menyampaikan pesan positif tentang kebudayaan, pariwisata, serta produk unggulan Indonesia kepada masyarakat luas.

“Harapannya, para finalis yang terpilih dapat menjadi representasi generasi muda dalam menyampaikan pesan positif mengenai budaya, pariwisata dan produk Indonesia,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemilihan putri daerah dapat memiliki fungsi lebih luas sebagai ruang promosi kebudayaan dan pariwisata. Para peserta yang memiliki kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri berpotensi menjadi jembatan antara kekayaan lokal dengan masyarakat yang lebih luas.

Ketua DPP Yayasan Argadia Citra Indonesia, Dra. Hj. Yun Jafar, MM., menjelaskan bahwa Yayasan Argadia Citra Indonesia merupakan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, kebudayaan, sosial, dan pariwisata.

Salah satu program tahunan organisasi tersebut adalah Pemilihan Putri Citra Indonesia, yang diarahkan untuk menggali, melestarikan, sekaligus mengembangkan kebudayaan Indonesia.

Program ini juga menjadi sarana memberikan motivasi kepada generasi muda agar semakin mencintai budaya bangsa dan memiliki keberanian untuk menunjukkan potensi dirinya di ruang publik.

Yun Jafar menekankan bahwa kebanggaan terhadap busana daerah perlu terus ditumbuhkan di kalangan anak muda, terutama di tengah perkembangan tren mode dan budaya populer yang semakin dinamis.

“Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda semakin percaya diri untuk tampil di depan umum dan bangga mengenakan busana daerahnya masing-masing,” tegasnya.

Baca Juga  Keris Milik Presiden Prabowo Subianto Dipamerkan di Semarang

Pesan tersebut menjadi salah satu esensi penyelenggaraan Pemilihan Putri Citra Indonesia. Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi atau kegiatan formal, tetapi membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat, khususnya generasi penerus.

Melalui ruang kompetisi yang menggabungkan penampilan, kemampuan personal, dan wawasan budaya, peserta didorong untuk mengenali identitas daerahnya sekaligus membangun kepercayaan diri.

Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-40 diikuti 18 finalis dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Persaingan berlangsung dengan mempertimbangkan beragam potensi yang dimiliki masing-masing peserta.

Dewan juri terdiri atas Hesty Budiharjono, Bayu Ramli, Dr. Eko Sasono, Emaculata, dan Etik.

Melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan sejumlah kategori penghargaan, meliputi Juara Berbakat, The Best of The Best, The Best Inner Beauty, juara harapan, Juara I, Juara II, Juara III, serta Juara Umum penerima Trophy Bergilir Gubernur Jawa Tengah.

Kategori-kategori tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara memberikan ruang apresiasi terhadap beragam keunggulan peserta, tidak hanya berdasarkan hasil akhir kompetisi.

Pada puncak acara, dewan juri mengumumkan Brigita Alicia Bupu Alfons sebagai peraih Juara Umum dengan nilai tertinggi.

Siswi kelas X SMA Maria Reginia International Senior High School Semarang itu dinilai berhasil menunjukkan potensi terbaiknya di antara para finalis.

Sementara itu, Juara I diraih Claudia Aura Citra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Semarang.

Posisi Juara II ditempati Safia Alya Sahra, mahasiswa semester III Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ivet Semarang.

Adapun Juara III diraih Inayah Almira Irawan, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Semarang. Sementara Juara Harapan I diberikan kepada Latifa Brata, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Semarang.

Hasil tersebut memperlihatkan keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa sekolah menengah hingga mahasiswa perguruan tinggi.

Keberhasilan Brigita Alicia Bupu Alfons meraih Juara Umum sekaligus Trophy Bergilir Gubernur Jawa Tengah membawa tanggung jawab lebih luas daripada sekadar prestasi personal.

Sebagai pemenang tertinggi, Brigita diharapkan mampu menjalankan peran sebagai representasi generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengenalan potensi pariwisata Jawa Tengah.

Salah satu dewan juri, Bayu Ramli, menyampaikan harapannya agar gelar tersebut dapat menjadi momentum bagi Brigita untuk menyebarluaskan pesan kebudayaan kepada masyarakat.

“Menyandang gelar Juara Umum, diharapkan Brigita Alicia Bupu dapat membawa pesan pelestarian budaya serta mengenalkan potensi pariwisata Jawa Tengah ke masyarakat luas,” ungkap Bayu.

Baca Juga  GRIB JAYA Semarang Dilantik, Siap Bersinergi dengan Masyarakat dan Pemerintah

Harapan tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Pemilihan Putri Citra Indonesia yang menempatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah.

Dengan demikian, gelar Juara Umum tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan peserta selama kompetisi, tetapi juga awal dari tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Penyelenggaraan Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-40 di Semarang memberikan gambaran tentang pentingnya ruang partisipasi generasi muda dalam pelestarian kebudayaan.

Jawa Tengah dengan kekayaan seni, tradisi, busana daerah, kuliner, serta destinasi wisatanya membutuhkan pendekatan promosi yang mampu menjangkau kelompok masyarakat lintas generasi.

Dalam hal ini, generasi muda memiliki potensi sebagai komunikator budaya yang mampu mengemas warisan tradisi melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat modern.

Pemilihan Putri Citra Indonesia menjadi salah satu ruang untuk membangun kapasitas tersebut, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal.

Memasuki usia penyelenggaraan ke-40, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam ajang ini dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata setelah kompetisi berakhir.

Para finalis dan pemenang diharapkan tidak hanya menjadi figur inspiratif dalam seremoni, tetapi juga berperan aktif mengenalkan kebudayaan, mendukung promosi pariwisata, serta mendorong kecintaan terhadap produk lokal.

Keberhasilan Brigita Alicia Bupu Alfons meraih gelar Juara Umum pun menjadi salah satu penanda regenerasi dalam upaya menjaga warisan budaya bangsa.

Melalui keterlibatan generasi muda, pelestarian budaya diharapkan tidak sekadar menjadi kewajiban menjaga masa lalu, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun identitas, kreativitas, dan daya tarik pariwisata Indonesia pada masa mendatang.