Pria Tewas di Gubug, Ditangani Tim Satgas Covid-19 Kota Madiun

JURNALJATENG.ID, MADIUN – Di Madiun, Jawa Timur, digegerkan penemuan seorang pria tergeletak tak bernyawa di balai bambu, tak jauh dari lokasi ritual Sendang Kuncen, Kamis (24/ 12). Jasad korban pertama kali ditemukan juru kunci sendang, yang sebelumnya mengira korban tertidur nyenyak.

Saat ditemukan pertama kali oleh Ali Amin, juru kunci Sendang Kuncen, di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, posisi tubuh korban yang terlentang itu tidak sepenuhnya membujur di balai bambu. Melainkan separuh tubuhnya, mulai pinggang ke bawah, terjuntai ke lantai.

“Dia sebenarnya bukan penduduk sini. Cuma disini memang punya keluarga. Kebutuhan makan ikut keluarganya, tapi tidurnya di Gubug itu,” tutur Ali kepada jurnalis.

Baca Juga  Ayo Daftar Segera, Polteknik Ketenagakerjaan Buka PMB 2021/2022 Gratis

Mengingat kewaspadaannya terhadap virus penyakit menular, aparat kepolisian Polsek Taman tiba di lokasi kejadian mengajak Tim Satgas Covid-19 Kota Madiun.

Dari tanda pengenal di saku celana korban, polisi mengenali korban bernama Agung Suyono, 41 tahun, warga Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo.

Tak jauh dari jasad korban yang mengenakan hem warna putih lengan panjang dan bercelana panjang warna gelap itu, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Barang tersebut antara lain, sepasang sandal jepit, botol air mineral dan sepeda motor bernopol L 4418 AE.

Di dalam jok sepeda motor tersebut, polisi juga menemukan jenis obat penyakit jantung dan maag.

loading...
Baca Juga  Kecelakaan Laut, Pencarian Nelayan Batang Gunakan Helikopter

Yudi Subianto, warga setempat yang kenal korban, mengaku sudah dua hari ini dia mengetahui korban berada di tempat itu.

Kepada Yudi Subianto, sebelum meninggal, korban sempat mengaku melakukan ritual di Sendang Kuncen untuk menenangkan pikiran.

“Bahkan dua hari lalu dia sempat minta tolong saya untuk membelikan obat tolak angin,” tutur Yudi.

Evakuasi jasad korban dilakukan secara Prokes Covid-19, oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Madiun bersama petugas kepolisian. “Yang jelas tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada diri korban,” kata polisi.

Guna pemeriksaan lebih serius, jasad korban dikirim ke RSU Provinsi di Madiun dr. Sudono. Sementara sejumlah barang yang diduga milik korban masih diamankan polisi.

Baca Juga  Walikota Semarang Hendrar Prihadi Kunjungi Gereja Santo Paulus

(FIN/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *