Penerapan Metode Diskusi, Mengubah Cara Berpikir Kritis Mahasiswa

Penulis: Yudi Hendrilia S.Th,M.Pd.K
Dosen Tetap STT Kanaan Nusantara Ungaran-Semarang

JURNALJATENG.ID, SEMARANG – Keadaan perkuliahan sering kali mengalami staknan/titik jenuh dalam kelas, salah satunya keadaan pembelajaran/perkuliahan yang terjadi di sekolah/kampus asrama. Salah satu contoh yang selama ini di STT Kanaan Nusantara, seringkali mahasiswa tampak kurang memiliki gairah belajar. Mengapa demikian?, Kemungkinan besar keadaan ini disebabkan oleh cara berpikir mahasiswa yang masih kurang kristis, kurangnya kesadaran akan belajar dan strategi pembelajaran dosen yang kurang tepat.

Ketiga hal tersebut sebenarnya perlu dikaji lebih mendalam lagi untuk menghasilkan solusi yang tepat dan efektif bagi mahasiswa STT Kanaan Nusantara. Masalah ini dapat terjadi pula pada mahasiswa-mahasiswi yang ada di luar sana.

Sebelum lebih jauh lagi, melihat situasi dalam perkuliahan sudah banyak ditemukan dosen-dosen yang menerapkan metode DISKUSI pada jam belajar mengajar mereka. Berdasarkan situasi tersebut, beberapa kelas perkuliahan mahasiswa tampak lebih aktif berpartisipasi di dalam kelas. Mahasiswa mulai berpikir secara kritis dalam perkuliahan diskusi tersebut.

Metode Diskusi berpikir :
Metode Diskusi merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan metode diskusi dalam proses perkuliahan, mahasiswa diharapkan dengan bebas berkomunikasi dalam mengemukakan gagasan dan pendapat, bahkan dalam mengajukan pertanyaan. Tujuan dari metode diskusi tersebut adalah mahasiswa-mahasiswi terdorong untuk berpartisipasi secara optimal dan mampu berpikir kritis, tanpa ada aturan-aturan yang keras, namun tetap harus mengikuti etika yang ada.

Cara berpikir kritis mahasiswa ditunjukkan ketika mereka menanyakan suatu persoalan yang berkaitan dengan materi yang telah dosen sampaikan ataupun ketika forum diskusi tanya-jawab setelah pemapar materi presentasi. Selain mahasiswa menjadi aktif berpartisipasi dan berpikir kritis di dalam kelas, mahasiswa secara tidak langsung harus memperhatikan di saat pemaparan materi dalam menyampaikan bahan materinya dalam Tugas tertentu. Perhatian mahasiswa terhadap materi menstimulus otak untuk mulai berpikir. Tatkala forum diskusi akan mengajak mahasiswa mengkritisinya.

Baca Juga  Petani menderita, Bentuk Pemerintah Tak Punya Wibawa

Gairah belajar dan cara berpikir mahasiswa sebenarnya terpengaruhi oleh strategi pembelajaran. Pembelajaran di pusatkan kepada dosen (teacher centred) artinya pembelajaran secara klasikal dengan menggunakan ceramah. Mereka tidak pernah melakukan pembelajaran dengan metode yang bervariasi. Mahasiswa selalu mendapatkan informasi dari dosen sedangkan mahasiswa tidak pernah aktif dalam proses pembelajaran, mereka tidak mau berpartisipasi dalam memecahkan masalah sehingga pendapat atau gagasan atau ide yang mereka akan sampaikan tidak pernah terungkapkan.

loading...

Penyebab kurangnya keterampilan berpikir kritis mahasiswa karena pembelajaran menganut teori  perubahan  perilaku  (behaviorisme),  ilmu  ditransfer  dari  dosen  ke  mahasiswa (teacher centered learning). Teori ini menganggap manusia belajar dari latihan. Oleh karena itu, mahasiswa kurang mampu untuk berpikir secara kritis pula karena tidak ada ruang bagi mahasiswa untuk mengkritisi materi atau memperdalam materi yang telah disampaikan. Dosen harus memilih metode yang sesuai supaya mahasiswa mampu berpikir secara kritis ditengah perkuliahan sehingga mereka pun menangkap materi yang telah disampaikan.

Diskusi:
Dalam diskusi dapat dibagi dua yaitu diskusi kelompok kecil (small group discussion) dan diskusi kelompok besar (Whole Group Discussion) diskusi yang dilakukan dengan memandang kelas sebagai kelompok. Diskusi ini dapat dipimpin oleh dosen, namun mahasiswa yang dipandang pintar dapat ditugasi dosen memimpin dalam diskusi ini. Diskusi ini melibatkan siswa dalam kelas. Dalam diskusi ini memberikan kesempatan siswa untuk penggunakan pengetahuannya dan informasi yang telah dimilikinya namun mereka saling menghormati dalam memberikan pendapatnnya.

Baca Juga  Kecangihan Kapal Selam Alugoro-405 Buatan PT PAL Indonesia

Center Student:
Perkuliahan yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) akan membangun mahasiswa yang efektif dalam pemrosesan informasi dalam dirinya. Mahasiswa mampu mentransfer informasi pengetahuannya kedalam memori jangka panjangnya dengan cara berpikir kritisnya. Hal ini mampu mengaktifkan mahasiswa di kelas perkuliahan yang selanjutnya.

Peran Dosen:
Dosen yang menempatkan dirinya sebagai fasilitator akan mendorong mahasiswa untuk bertanya dan menjawab. Situasi belajar kreatif diciptakan sedemikian rupa agar mahasiswa tidak bosan untuk berada dalam lingkaran belajar dengan diskusi di kelas. Perlu pendekatan yang tepat oleh dosen agar mahasiswa/mahasiswi memiliki keterampilan berpikir kritis sehingga mahasiswa beraktivitas dalam proses pembelajaran.  

Tujuan Penerapan Metode Diskusi :
Diskusi dengan memecahkan persoalan-persoalan yang ada membawa perkuliahan yang dirancang berdasarkan masalah autentik dan terbuka yang berhubungan dengan dunia nyata, agar siswa menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri, dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Perkuliahan dengan diskusi yang memberikan masalah nyata pada mahasiswa, membentuk mahasiswa dengan cara berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, melatih berpikir tingkat tinggi termasuk di dalamnya belajar melatih mahasiswa menjadi pembelajar mandiri.

Dalam penerapan metode diskusi oleh dosen kepada mahasiswa di saat perkuliahan berlangsung diperlukan trik-trik dosen dalam menstimulus keaktifan mahasiswa. Keaktifan mahasiswa akan membawa mahasiswa berpikir kritis. Lingkungan belajar di kelas yang berpikir kritis akan membawa mahasiswa-mahasiswi di dalamnya juga untuk berpikir kritis.

Dosen yang menerapkan metode diskusi untuk mengubah cara berpikir mahasiswa STT Kanaan Nusantara akan mendapat banyak hal-hal yang lebih baik pada hasil belajar mahasiswa. Cara berpikir kritis mahasiswa mengajak mereka memiliki perhatian penuh terhadap materi dan juga mahasiswa pun secara aktif mengkritisinya. Materi yang dipaparkan akan menjadi informasi yang tertransfer pada memori jangka panjang, dikarenakan terjadi pemrosesan informasi yang cukup mendalam.

Baca Juga  Cara Membaca Pesan WhatsApp Yang Telah Dihapus Pengirimnya

Bagi mahasiswa yang dengan aktif di dalam forum diskusi dalam perkuliahan, berpikir secara kritis untuk mampu mengemukakan pendapat dan mengajukan pertanyaan dengan baik dan sesuai pemaparan materi. Walaupun banyak kendala yang dialami mahasiswa seperti rasa bosan, rasa kantuk, dan sebagainya. Namun, perlu dipahami bahwa metode yang diterapkan tidak hanya berdampak pada cara berpikir kritisnya saja. Sehingga, penerapan ini akan membentuk mahasiswa-mahasiswi yang kurang aktif didalam kelas.

Faktor-faktor mahasiswa yang tidak mau untuk diajak berpikir secara kritis akan mengalami kesulitan-kesulitan tersendiri. Kesulitan tersebut dialami ketika menghadapi suatu persoalan nyata. Dengan demikian, perlu diefektifkan, dikreatifkan, dan ditinjau kembali penerapan metode diskusi ini. Hal ini penting untuk mendapat solusi dan langkah yang lebih baik sehingga mendapat hasil yang optimal.

(RDS/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *