Obyek Wisata Bersejarah Lawang Sewu Kembali Di Buka Untuk Wisatawan

Semarang, jurnaljateng.id Objek wisata bersejarah Lawang Sewu peninggalan Belanda (Gedung Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS) yang berada di Kota semarang, Jawa Tengah telah di buka kembali setelah ditutup sejak pandemi Covid-19 masuk wilayah Indonesia, penutupan dilakukan sebagai upaya langkah pencegahan penyebaran.

Para wisatawan bisa kembali berwisata ke tempat bersejarah tersebut mulai akhir pekan ini. Dengan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan mulai dari keharusan memakai masker, pengecekan suhu tubuh, dan jagak jarak tetap diharuskan.

Bangunan bersejarah ini di kelola oleh PT. Kereta Api Wisata. Dikutip dar CNN, Menurut direktur Utama, Totok Suryono, dengan penutupan obyek wisata yang di kelolanya sejak pandemi virus corona masuk Indonesia, tiap harinya kehilangan pendapatan sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta.

Baca Juga  PUPR Bangun KSPN Gerbang Klagon Untuk Meningkatkan Wisatawan Candi Borobudur

Dia mendapatkan angka tersebut di hitung dari jumlah pengunjung tiap harinya sebelum penutupan. Rata-rata jumlah pengunjung untuk hari biasa 2.000 sampai 3.000 orang per hari, sementara di akhir pekan bisa mencapai 10.000 orang.

Dalam pembukaan kembali, Pemerintah Kota Semarang mengingatkan pengelola Lawang Sewu tetap melakukan pembatasan jumlah pengunjung yang masuk ke lokasi wisata tersebut untuk pencegahan penularan Covid-19.

“Tadi kita sudah ingatkan kepada pengelola agar melakukan pembatasan pengunjung,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari usai meninjau Lawang Sewu, pada Kamis (9/7).

Baca Juga  Bupati Pastikan Keamanan Dan Kesiapan Songsong New Normal Wanawisata Kudus

Gedung bersejarah, Lawang Sewu menjadi landmark kota semarang, lokasinya berdekatan dengan Tugu Muda dan juga beberapa bangunan peninggalan belanda lainnya.

loading...

Dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, Pemerintah Kota Semarang memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang dilindungi.

Pada tahun 1907 Lawang Sewu digunakan oleh perusahaan kereta api Belanda. Dan masyarakat setempat menyebut gedung ini sebagai Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak.

Lawang Sewu sempat menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. (HENDRA)

Baca Juga  Kunci Sukses Orang Tua Menghadapi Anak Adalah Kreatif Funky, Asyik Dan Bergaul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *