Terjadi Malpraktik Dalam suatu Perumusan Kurikulum

JURNALJATENG.ID, JAKARTA – Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia dan Ahli Kurikulum, Prof Hamid Hasan mengatakan, telah terjadi malpraktik dalam suatu perumusan kurikulum. Proses penyusunan yang tidak mengikuti kaidah serta prosedur yang seharusnya berakibat pada sebuah kekeliruan dan berdampak ketika kebijakan di jalankan.

“Kurikulum harus dikembangkan oleh lembaga yang memang diberikan kewenangan untuk itu, dan secara profesional harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi, pengetahuan, keahlian, serta pengalaman di bidang pengembangan kurikulum,” kata Hamid, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga  Per 25 Juni 2020 pendaftaran PPDB Jateng Ditutup, Verifikasi Secara Berlapis

Dia menambahkan, untuk pengembangan kurikulum tidak cukup dengan keahlian di satu bidang saja. Kesahihan kurikulum sangat ditentukan dari berbagai keahlian dari pegembang dalam menempatkan rangkaian kompetensi pengalaman belajar dengan penguatan dasar filosofi yang jelas.

Lanjutnya melengkapi pernyataanya, keahlian disuatu bidang harus di dukung pengalaman sebagai pengembang kurikulum. Itu sudah di atur dalam Peraturan Menpan RB Nomor 57 tahun 2020.

“Jika terjadi pelanggaran, yang bertanggungjawab sepenuhnya adalah pihak yang menunjuk tim penyusun kurikulum,” jelasnya.

Baca Juga  KPU Kendal Terima Tiga Penghargaan, Salah Satunya Rekapitulasi Terbaik

Ia menegaskan, mengevaluasi dan merevisi kurikulum merupakan keniscayaan. Kalau bicara persoalan, kurikulum di negara manapun di dunia selalu ada persoalan.

“Untuk itu, sebuah kebijakan kurikulum yang terindikasi adanya malapraktik, harus dihentikan, jika kita tidak ingin anak-anak kita tersesat berkepanjangan,” pungkasnya.

loading...

(HEND/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *