Terkait Maklumat Kapolri, Simulasi Pasar Malam Dan Kegiatan UMKM Di Gajah Demak Terpaksa Di Hentikan

DEMAK, jurnaljateng.id, Simulasi Pasar Malam saat pandemi Covid-19 yang berada di Lapangan Pancasila Kecamatan Gajah, Kabupaten demak di hentikan oleh tim gugus Covid-19. Simulasi yang berlangsung sejak Kamis (17/9/2020) saat pemeriksaan kesiapanya dilakukan Bupati Demak sebagai ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 serta Forkompimda Demak sebelum acara simulasi di mulai.

Hal tersebut terkait dengan maklumat kapolri No. Mak/3/IX/2020 tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020 yang diterbitkan tanggal 21 Septeber 2020. Terdapat empat poin yang ditekankan Kapolri dalam maklumat tersebut, salah satunya menekan klaster Corona di Pilkada.

Penghentian simulasi Pasar Malam dan Kegiatan UMKM sejak diterbitkan surat perintah penghentian acara yang tertuang dalam Surat GTPP Covid-19 Kabupaten demak No. 360/1/IX/2020 yang di terbitkan tanggal 28 September 2020, Tentang Penghentian Penyelenggaraan Kegiatan Rekreasi dan Hiburan Umum.

Surat Pemberitahuan Penghentian ditanda tangani Ketua GTPP Covid-19 Bupati Demak M Natsir, Kapolres Demak AKBP. Andhika Bayu Adhitama, SIK, MH dan Dandim Demak Letkol Arh. Mohammad Ufiz yang keduanya selaku wakil ketua. Hal tersebut diambil karena terbitnya maklumat Kapolri terkait pananganan Covid saat Pilkada.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Pesatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesia DPD P3MI Jawa Tengah yang juga sebagai Direktur Diana Ria Enterprize H Muntohar SH mengungkapkan, bahwa dirinya dapat surat dari GTPP Covid-19 untuk menghentikan acara simulasi Pasar Malam dan Kegiatan UMKM tertanggal 28 September 2020. Poin surat adalah masih perlunya dilakukan penanganan Pandemi Covid secara maksimal untuk menghindari kerumunan masa serta keluarnya Maklumat Kapolri tentang pelaksanaan pilkada yang mengatur kerumunan massa juga berimbas ke kegiatan keramaian lainya, tak terkecuali juga simulasi pasar malam dan kegiatan UMKM yang ada di Gajah Demak.

Baca Juga  Tingkatkan Daya Saing Produk Pertanian, Perkebunan, Dan Peternakan

“Penghentian ini semata-mata karena keluarnya maklumat Kapolri yang di keluarkan tanggal 21 September, pelarangan pengumpulan massa dalam pelaksanaan pilkada. Meski demikian hal yang bersifat kumpul-kumpul diluar acara pilkada juga kena imbasnya, ya termasuk simulasi ini” tutur Muntohar.

Hasil pantauan dan evaluasi selama simulasi dianggap masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan secara ketat di tempat keramaian. Begitu juga dengan para penyelenggara, baik pekerja yang di wahana hiburan dan para pedagang UMKM. Hal tersebut juga tidak terlepas dari bantuan para pihak, Bupati demak dan jajaranya serta Forkompimda kabupaten Demak, Polres dan Kodim yan memberikan dukungan penuh serta terlibat langsung di lapangan dalam pelaksanaan simulasi keramaian saat pandemi yang mengutamakan kesehatan tetapi roda perekonomian juga tidak terhenti.

loading...

“Kami sangat berterimakasih kepada Bupati dan Forkompimda Kabupaten Demak dalam simulasi ini memberikan dukungan penuh sebagai fasilitator penerapan protokol kesehatan. Memang menyatakan bahwa kesehatan adalah yang utama kami dari P3MI Jateng sangat mengapresiasi langkah-langkah yang di ambil. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, kesulitan-kesulitan yang di hadapi rakyatnya, semua di akomodir untuk sebuah kebijakan untuk langkah yang terbaik sehingga tidak ada yang di korbankan” ungkap ketua P3MI Jateng.

Baca Juga  Kisah Owner BPR Gunung Rizki, Kristian : Dari OB dan Salesman

Lanjutnya, Semua protokol kesehatan secara ketat dan saran Tim GTPP Covid-19 sebelumnya sudah di ikuti dalam pelaksanaan simulasi Pasar Malam dan Kegiatan UMKM di lapangan Pancasila Gajah Demak. Penilaian Tim GTPP selama pelaksanaan tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang signifikan. Karena Tim GTPP Covid-19, mempunyai pertimbangan khusus dalam penanganan Covid-19 masih perlu di dilakukan secara maksimal. Khususnya dengan menghindari terjadinya kerumunan massa menjelang pilkada serta keluarnya Maklumat Kapolri sebagai pertimbangan dan kepatuhan terhadap pemerintah pusat hingga di hentikanya simulasi tersebut.

“Dengan berdasar pertimbangan-pertimbangan Tim GTPP Covid-19 dan keluarnya maklumat Kapolri tentang pilkada ya mau tidak mau kami juga kena imbasnya, karena itu menjadi kekuatiran Tim GTPP dimasa Pilkada,” tutupnya.

Pengusaha dan para pelaku UMKM yang terlibat dalam acara Simulasi Pasar Malam dan Kegiatan UMKM yang ada di Gajah Demak merasa terharu dengan upaya yang dilakukan Bupati Demak Dan Forkompimda agar eksistensi untuk melakukan kegiatan usaha saat pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Salah satunya dengan simulasi tersebut agar nantinya bisa di terap ke masyarakat yang lain.

Baca Juga  Enam Jam, Polda Jateng Bekuk Pembunuh Mayat Dalam Almari

“Saya sangat terharu dengan upaya yang dilakukan Bupati dan pembantunya serta Kapolres, Dandim dan anak buahnya yang membantu kami-kami ini dilapangan, mau turun langsung memberikan arahan agar semuanya bisa berjalan dan tidak ada yang dikorbankan,” ungkap salah satu pedagang UMKM.

Sepengetahuan pedagang dan pelaku UMKM yang ikut simulasi tersebut, dihentikanya acara disebakan terbitnya Maklumat Kapolri tentang pelarangan berkumpulnya massa.

“Ya bagaimana yang mengeluarka perintah pemerintah pusat, yang di daerah kan hanya mengikuti apa yang di perintahkan dari pusat,” tutupnya.















(YANA/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *