Humas IDI Makasar: Alat Rapid Test tidak dirokomendasikan, “Positif Atau Negatif Itu Semua Palsu”

MAKASAR, jurnaljateng.id, Selama ini alat deteksi terpapar atau tidaknya terhadap virus Corona dengan Rapid Test. Tapi bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Humas IDI Makasar dr Wachyudi  Muchsin menyinggung tingkat keakuratan rapid test untuk mendeteksi kasus terpaparnya virus Corona.

Hal tersebut diungkapkan Wachyudin menyoroti adanya kasus seorang pejabat yang tidak mau melakukan swab test meski memiliki riwayat interkasi dengan seseorang yang positif terpapar Covid-19.

Menurutnya hal seperti itu sangat tidak dibenarkan, karena yang mampu mendeteksi virus SARS-CoV-2 adalah dengan swab, bukan dengan rapid.

Diketahui belum lama ini Ketua KPU RI Arief Budiman dinyatakan positif terinfeksi covid-19 saat mengikuti Swab Test Covid-19 sebagai persyaratan untuk menghadiri secara langsung rapat bersama di Istana Bogor tanggal 18 September 2020, Jawa Barat. Tes di lakukan tanggal 17 September 2020 Malam dan dari hasil tes dinyatakan positif.

Baca Juga  156 Penerima BLT-DD Desa Sedayu Disalurkan Tetap Patuhi Prokes

Orang-orang yang sebelumnya memiliki riwayat interaksi dengan Ketua KPU pun diwajibkan menjalani tes untuk mendeteksi virus corona. Salah satu yang melakukannya yakni Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin.

“Hasil rapid test positif maupun negatif itu semua palsu dan alat itu bukan rekomendasi IDI,” tegas Wachyudi, Senin (21/9/2020), dikutip dari Kompas.

Menurut Wachyudi, Seharusnya Pj Wali Kota Makasar setelah pertemuanya dengan dengan orang yang terkomfirmasi positif harus langsung melakukan isolasi mandiri dan test swab.

loading...

Sikap Pj Wali Kota Makasar ini tidak memberikan contoh yang baik ke masyarakat dengan tidak melakukan swab setelah sempat berinteraksi dengan orang yang terkomfirmasi positif Covid.

Orang yang bertemu dengan penderita covid-19, harus melakukan swab, ungkapnya.

Baca Juga  Polri Tangani 148 Perkara Perdagangan Orang Selama 2020

Bahkan jika hasil tes belum keluar, mereka harus mengurung diri dengan melakukan isolasi di rumah sampai hasil keluar.

Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk menghentikan penyebaran pandemi yang meningkat terus.

“Hasil swab menjadi rujukan utama kepada orang-orang yang sudah bertemu dengan penderita Covid-19. Kalau memang belum ada hasil tes swab keluar, ya harus isolasi mandiri,” tuturnya.

Di sisi lain, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menuturkan, dirinya langsung melakukan rapid test sejak Ketua KPU RI Arief Budiman dinyatakan Covid-19.

Menurutnya, ia tak merasakan gejala apapun sehingga merasa cukup rapid test.

“Alhamdulillah saya baik-baik saja. Saya cukup dengan rapid test, karena tidak ada gejala apapun. Hasilnya non reaktif,” katanya.

Ia mengaku sempat berdekatan dalam pertemuan dengan Arief Budiman.

Baca Juga  AWPI Kota Semarang Bersama YLSA Salurkan Bantuan Di Tiga Panti.

“Saya memang berdekatan dengan Ketua KPU RI saat foto itu saja. Setelah itu, sama sekali tidak berdekatan lagi.”

(KPSD/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *