Pedagang Bandungan Pamitan, Persiapkan Diri Pindah Pasar Baru

JURNALJATENG.ID, SEMARANG – Para pengiat ekonomi Kecamatan Bandungan yang terdiri dari pemilik kios bunga, pedagang kecil atau Pedagang Kaki Lima (PKL), pedagang tanaman hias, satel Tranceria Bandungan, ojek Bandungan, dan pedagang bunga potong mengadakan upacara adat selametan pamitan dengan tujuan sebelum pindah pasar Boyongan Supaya semuanya di beri kelancaran, keselamatan, rezki, jumat (7/1/2021) berlokasi di ruang parkir Kecamatan Bandungan.

Acara di pimpin langsung Ketua pemangku Adat kecamatan Bandungan Adi sarwanto yang dihadiri Camat Bandungan, Anang Sukoco MM.

Dalam sambutanya Anang menyampaikan, ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan anugrahnya serta nikmat dan rahmatnya yang telah memberi kekuatan hingga saat ini. Selain itu di beri kesempatan untuk berkumpul di ruang parkir kecamamatan untuk mengadakan selamaetan secara Adat Jawa.

Baca Juga  Dandim Batang, Tinjau Lokasi Banjir Sekaligus Bantu Paket Sembako

“Supaya nanti ketika pindah pasar diberikan keselamatan, kelancaran dan dagangannya laris, dengan kekhasan motto slogan Bandungan Jos Ojo suwe-suwe melayani masyarakat, Pindah pasar baru diagendakan tanggal 10 Januari 2021 sekalian peresmian” ungkapnya meyemangati para pengiat.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Lembaga Ketahanan Mastarakat Kelurahan (LKMK) Kelurahan Bandungan, Rahono, menyampaikan rasa haru dan bangga terhadap masyarakat Bandungan yang selalu rukun, pekerja keras bahu membahu untuk membangun perekonomian di wilayah Bandungan dengan cara dan bidangnya masing-masing.

“Semoga masyarakat Bandungan menjadi rukun, damai, gemah ripah loh jinawi,” Harap Rahono mengakhiri pidatonya.

Sementara Doa acara pimpin oleh Pdt. Petrus Saribun, S. Pd. K, dilanjutkan dengan doa H. Khoeri.

loading...
Baca Juga  Ditreskrimsus Tangkap Pencurian Pulsa dan Voucher Game PT. Telkomsel

Momen di lanjutkan dengan acara adat oleh ketua dan pemangku adat Kecamatan Bandungan Adi Sarwanto.

Pernyataan terpisah dilakukan oleh ketua LKMK Drs. Sukro partono M.Par yang memilih istilah tersendiri, perpindahan pasar dengan istilah Boyongan. Ia berharap tidak ada hal hal yang tidak diinginkan.

“Monggo kita selalu barserah diri Kpd Tuhan Yang Maha Esa, … Dak juga pamit dengan Yang Ngrekso, ngrengkuh bumi kemantren, dengan mengadakan lek lek an, dengan jawab tembung masing masing” ajaknya

Lebih jauh harapanya, keikhlasan dan kesediaan semua yang terlibat. Ia juga meminta untuk berpamitan atau pamit boyongan dengan selalu nguri-uri Budaya Adi Luhur yaitu Budaya Jawa yang arif dan santun

Baca Juga  Polsek Weleri Bantu Pengamanan, BLT DD Tahap VII Desa Ngasinan

Dalam acara tersebut di laksanakan dengan sederhana, hikmat dan berjalan dengan tertib sesuai dengan protokol kesehatan.

(SARIBUN/HEND/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *