Berbagai Desain Gaya Interior Yang Sering Digunakan Dan Populer Di Dunia

Saat ini kita dapat melihat berbagai macam gambar interior lewat foto-foto yang betebaran di internet. Tetapi untuk mengaplikasikan kadang kita tidak tahu konsep apa sebenarya yang akan kita aplikasikan. Justru kadang konsep yang kita pakai tidak sesuai dengan konsep desain arsitektur pada bangunan tersebut.

Ketidak sesuaian antara konsep dan langgam bangunan akan terlihat aneh dan berkesan dipaksakan. Setiap konsep desain interior membutuhkan syarat-syarat agar konsep interior dapat tercapai dan tidak berkesan sangat dipaksakan hanya untuk memenuhi keinginan.

Kita kenali konsep-konsep desain interior agar sesuai dengan langgam bangunan serta fungsi dan keindahan pada ruang itu sendiri.

Konsep desain interior paling populer di dunia.

Desain Klasik

Gaya klasik menggambarkan kemewahan, gaya Eropa, Romawi Kuno dan Yunani, tidak heran jika konsep interior klasik ini memberikan sebuah gambaran dalam kemapanan.

Titik fokus interior gaya klasik biasanya berupa obyek berukuran besar, detail dan rumit seperti furnitur, tangga, atau obyek lainnya. Pencahayaan, dan sebagainya termasuk dalam motif yang yang detail dan rumit.

loading...

Biasanya penuh hiasan dengan unsur bunga, sayuran, berbagai motif utama atau adegan yang di ambil dari legenda.

Desain Skandinavia

Desain ini lebih menekankan pada unsur kesederhanaan dan minimalisnya.
Sering disebut juga sebagai gaya Swedish, Gaya Skandinavia adalah konsep yang mewakili kehangatan dan keceriaan. Pencahayaan alami yang luas, aksesoris yang minim, dan pemilihan furnitur yang fungsional menjadi ciri desain Skandinavia.

Karakteristik umum lainnya termasuk penggunaan putih sebagai warna yang dominan dan penggabungan elemen-elemen alami seperti kayu, plastik, dan aluminium berenamel, baja, dan papan lantai yang lebar.

Selain itu, jendela-jendelanya cenderung lebih besar ketimbang desain lain.

Secara karakter, konsep ini sangat cocok untuk mereka yang ingin tampil bersahaja, tidak menyukai kemewahan namun tetap mengedepankan sifat elegan.

Desain Pop Art

Gaya Pop Art adalah desain yang paling di sukai anak muda saat ini. Konsep desain ini adalah kombinasi dari warna-warna cerah. Konsep ini sangat cocok dengan untuk mereka yang suka jadi pusat perhatian. Elemen dekoratifnya juga ikonik sehingga ruangan akan terlihat lebih dinamis.

Desain Kontemporer

Gaya kotemporer adalah gaya desain yang menggabungkan antara konsep masa kini dan masa depan. Desain ini mengharuskan kamu memilih satu warna saja. Konsep ini cocok untuk mereka yang tidak terlalu suka dengan kesan glamour namun juga tidak ingin ruanganya terlalu minimalis.

Gaya kotemporer memiliki tampilan yang besih, hampir tidak ada pernak pernik di ruangan yang bergaya kotemporer ini. Konsep ini cocok untuk yang menyukai hal-hal praktis dan tidak rumit.

Namun, pada dasarnya desain interior kontemporer didominasi dengan garis ramping dan kontras.

Pencahayaan berfungsi untuk memperkuat elemen desain interior yang ada.
Dengan begitu, focal point yang ada pada desain interior kontemporer dapat terlihat lebih menarik dan memberikan makna dan suasana berbeda sesuai dengan keinginan.

Gaya kontomporer selalu berkembang dari tahun ke tahun. Gaya kontemporer di abad ke-21 sendiri memiliki ciri khas kebersihan dan ruangan tanpa banyak hiasan.

Desain Ekletik

Gaya Ekletik adalah percampuran dari berbagai macam gaya dan periode serta tren. Hal ini bukan berarti gaya eklektik mencampurkan segala hal menjad satu meskipun bebas berekspresi dan menggunakan permainan mix and match di dalamnya.

Baca Juga  Apa Itu Minimalis, Salah Kaprah Konsep Desain Arsitektur Minimalis.

Ruangan akan terasa nyaman di tempati penghuninya.
Biasanya Gaya Ekletik ini di tata oleh pemilik atau penghuninya sendiri dengan mengaplikasikan apa yang menjadi keinginannya.

Gaya Industrial

Gaya Industrial lebih menonjolkan bahan apa adanya, unfinishing, sisi “mentah” dari suatu bahan begitu lekat, furnitur tekstur, sesuatu yang berwarna abu-abu dan terlihat asli.

Dengan ciri khasnya menggunakan dinding unfinished dan langit langit tinggi.Penggunaan batu bata atau baja mungkin menjadi salah satu contoh yang tepat untuk menggambarkan bagaimana gaya industrial yang sebenarnya.

Sesuai namanya, gaya industri terinspirasi dari gudang atau loteng kota.

Secara Khas Gaya ini bisa diciptakan lewat beberapa material seperti baja beton, plat stainless steel dan juga batu bata ekspos. Kesan industril juga bisa di lakukan dengan menerapkan perabotan, pencahayaan, maupun aksesoris ruangan sehingga tampil lebih dan menawan.

Bangunan yang dibangun dengan gaya industrial sering kali terkesan tidak selesai, yang terlihat dari batu bata yang dibiarkan begitu saja, atau saluran pipa yang dibiarkan terbuka.

Ciri khas bangunan dengan gaya desain ini adalah memiliki langit-langit tinggi, kayu tua dan lampu gantung dari logam dengan furnitur fungsional yang sedikit.

Desain Vintage

Gaya vintage ini selalu berbau kuno dan sering dikaitkan dengan perempuan. Perabot vintage umumnya sudah berusia puluhan tahun namun tetap terlihat kokoh dan menawan.

Desain interior rumah vintage ini didominasi dengan warna lembut seperti putih, hijau muda, abu-abu muda, pink pastel, dan kuning muda. Untuk motifnya, desain interior ini didominasi oleh bunga-bunga berukuran kecil yang diterapkan pada sarung bantal atau bahan pelapis sofa.

Sebuah ruangan yang dihiasi oleh model vintage biasa diisi oleh koleksi antik seperti cangkir dan guci yang terlihat klasik.

Desain Minimalis

Gaya Interior minimalis adalah desain interior paling populer di kalangan masyarakat modern yang memiliki hunian mungil dan menginginkan gaya sederhana.

Gaya minimalis mulai ramai sejak awal abad 20, terinspirasi dari kesederhanaan gaya desain Jepang, gaya minimali mengutamakan keluasan area dengan hanya memberi interior seminimal mungkin.

Konsep bentuk geometris – persegi, persegi panjang, bulat, tetapi permukaan yang bersih tidak ada detail. Desain interior rumah minimalis identik dengan warna-warna netral seperti putih, abu-abu, dan hitam.

Furnitur yang digunakan memiliki garis bersih dan bentuk yang sederhana seperti kotak dan bulat seperti pada sofa minimalis dan meja.

Kesan utama yang menjadi tujuan dari penerapan gaya desain ini adalah kesederhanaan, fungsionalitas, dan keteraturan.

Desain Coastal/Nautical

Gaya Coastal merupakan desain interior yang biasa disebut dengan nama nautical, yaitu bernuansa pantai. Cahaya matahari, ombak dan pasir menjadi inspirasi dekorasi. Gaya coastal sering disebut sebagai gaya Hamptons.

Perabot yang digunakan biasanya berwarna putih atau krem, dan dekorasi atau aksesoris ruangan biasanya mengandung unsur kayu atau sesuatu yang kerap diilhami oleh laut.

Kunci dari gaya ini adalah menjadikan ruangan terang dan terasa sepoi-sepoi. Perpaduan warna utama diambil dari warna-warna seperti pasir pantai, kerang, laut dan langit.

Desain Bohemian (Boho Chic)

Gaya Bohemian atau boho-chic adalah segala sesuatu yang mencerminkan individualitas. Gaya bohemian itu sendiri adalah wujud dari kebiasaan, tampilan modern dan koleksi warna- warni.

Rumah-rumah Bohemian biasanya dihias dengan perabotan vintage dan pajangan berupa lampu, permadani, dan koleksi barang-barang antik.

Baca Juga  Apa Itu Minimalis, Salah Kaprah Konsep Desain Arsitektur Minimalis.

Sebuah ruang dengan gaya boho-chic sangat pas untuk mendefinisikan gaya personal dan estetika.

Gaya ini mencerminkan gaya hidup tanpa beban dengan sedikit aturan, yang terpenting adalah keinginan hati.

Desain Maroko

Gaya maroko mengacu pada Negeri Maroko, sangat kaya dengan sejarah, warna dan tekstur. Pola yang ramai dengan warna warni cerah menjadi komponen arsitektur yang ditampilkan di interiornya.

Bermotif etnik Maroko, dengan memainkan warna-warna ceria berupa cushion yang memiliki karakter manis dan chic.

Desain Rustic

Gaya rustic sangat identik dengan segala sesuatu yang alami, isi perabotnya banyak terbuat dari bahan-bahan buatan tangan, daur ulang dan repurposed.

Desain rustic terinspirasi dari alam, sering menggunakan elemen alam seperti kayu dan batu yang dapat memberikan kesan hangat.

Disamping itu identik dengan elemen kayu tanpa sentuhan akhir serta batu alam. Elemen ini bisa dilihat dari dinding bata yang tidak diaci, langit-langit ekspos, dan furniture kayu. Nuansa yang diciptakan oleh desain interior ini adalah kasar namun hangat.

Gaya ini mendapat pengaruh dari inggris, perancis atau klasik skandinavia yang biasa rural chic.

Desain Modern

Desain modern mengutamakan kesan simple di setiap elemen, termasuk furnitur. Desain interior rumah modern kerap dipilih oleh masyarakat modern.

Desain interior rumah modern ini identik dengan furnitur yang menggunakan material besi dan kaca untuk menciptakan nuansa yang mengkilap dan modern.

Desain modern adalah istilah dalam dunia desain yang merujuk pada rumah dengan desain yang bersih, pemilihan warna yang sederhana, penggunaan material yang mencakup logam, kaca, dan baja, dan biasanya disertai dengan garis-garis yang bersih.

Kesan ramping digunakan untuk penekanan Desain Gaya Modern.

Desain Tradisional

Gaya ini berasal dari Eropa. Desain interior rumah tradisional ini identik dengan elemen kayu. Gaya desain tradisional melibatkan detail bernuansa klasik, perabotan mewah, dan aksesori yang berlimpah.

Penerapkan elemen kayu pada semua bagian rumah mulai dari material lantai kayu, tempat duduk, meja, lemari, hingga dekorasi.

Perabotan, hiasan, kain yang digunakan memiliki detail yang rumit, seperti beludru, sutra, dan brokat, yang mencakup berbagai pola dan tekstur.

Ada kesan yang dalam dan dimensi yang berlapis-lapis dalam sebagian besar desain tradisional.

Desain Shabby chic

Shabby chic adalah gaya yang terinspirasi dari estetika vintage, tetapi dibandingkan dengan gaya Bohemia dan lainnya, cenderung lebih feminin, lembut, dan halus. Belakangan ini, interior bergaya shabby chic semakin popular untuk rumah di indonesia.

Kebanyakan penggemarnya adaalah wanita.gaya ini identik dengan perabotan yang bergaya Pop-victorian yang berkesan antik.

Interior shabby chic ini didominasi oleh warna putih, krem, dan warna pastel lainnya. Kata shabby sendiri memiliki arti lusuh, sehingga tidak heran kalau kamu akan menemukan banyak furnitur bergaya lusuh pada interior ini.

Aura feminin biasanya ditunjukkan lewat lampu ruangan dan hiasan dinding dengan motif bunga-bunga.

Desain transisi

Desain Gaya Transisi merupakan perpaduan dari gaya tradisional dan modern. Sangat populer karena menggabungkan gaya tradisional dan modern secara seimbang. Elemen-elemen yang digunakan adalah furnitur bermaterial kaca dan besi, serta warna-warna netral seperti putih dan cokelat. Desain interior ini akan menciptakan suasana yang hangat sekaligus nyaman bagi penghuninya.

Pada Prinsipnya Gaya Desain Transisi menggabungkan bahan-bahan modern, seperti baja dan kaca, dan kemudian menyatukannya dengan perabotan mewah.

Baca Juga  Apa Itu Minimalis, Salah Kaprah Konsep Desain Arsitektur Minimalis.

Desain interior rumah mid century–modern

Desain interior rumah mid century–modern ini populer pada pertengahan tahun 1950-an dengan ciri khas nuansa yang sederhana, bersih, dan terintegrasi dengan alam.

Ada nostalgia retro yang hadir dalam desain mid century modern, dan juga beberapa elemen minimalis. Fungsionalitas yang “tidak ribet” adalah elemen utama desain mid century modern.

Warna yang paling sering digunakan dalam desain interior ini adalah warna hangat dan alami seperti cokelat.

Gaya ini melengkapi interior ruangan apa pun dengan mudah dan juga membantu dengan transisi yang mulus dari interior ruangan ke eksterior ruangan.Selain itu didominasi dengan bentuk yang natural atau organik, seperti bentuk oval yang menyerupai telur, desain kontemporer yang mudah digunakan dan fabrikasi sederhana.

Desain interior rumah victorian

Desain interior rumah victorian ini sering ditemui pada bangunan-bangunan Eropa. Desain ini identik dengan kemegahan serta warna-warna mewah, seperti emas dan putih gading.

Furnitur yang digunakan memiliki ukiran rumit dan banyak lekukan. Dekorasi yang tidak boleh terlupakan adalah lampu kristal yang digantungkan di langit-langit serta berbagai lukisan berseni tinggi.

French Country

Warna-warna yang hangat dan bersahaja merupakan ciri khas gaya french country, dengan sentuhan perabotan kayu hias.

Gaya ini terinspirasi dari rumah pertanian, yang sering dilengkapi dengan hiasan porselen, dan linen serta bed cover yang tebal.

Dengan warna-warna kemerahan, kekuningan, keemasan yang hangat dan lembut, serta bahan-bahan alami seperti batu dan bata, desain french country menawarkan kehangatan yang menjadi daya tarik tersendiri.

Hollywood Glam

Hollywood Glam adalah gaya desain yang mengesankan kemewahan. Gaya desain ini adalah gaya desain yang dramatis, sempurna untuk pemilik rumah yang senang berkepribadian berani. Gaya desain ini menggabungkan beberapa fitur desain Victoria, termasuk perabot yang terbuat dari beludru, jumbai dan pemajangan barang antik.Warna-warna yang digunakan juga sangatlah berani, misalnya ungu, merah, atau turquoise.

Gaya Neo-Klasik

Gaya ini merupakan perpaduan antara gaya klasik modern yang elegan, di mana rincian bentuk klasik di temukan di dalam pendekatan baru. Bentuk mempertahankan struktur bentuk-bentuk lama atau furnitur yang di kombinasikan dengan unsur unsur modern, menciptakan perpaduan antara lama dan baru. Bagian finishing berupa pendekatan baru dicat dan di pernis, dengan berbagai warna yang beda dan inovatif.

Gaya Retro

Gaya ini adalah gaya 50-an, 60-an atau 70-an. Dalam periode itu design memiliki pendekatan menyenangkan, struktur lucu, bentuk dan permainan warna dan motifyang di temukan di setiap bagian. Motif dengan bentuk geometris, garis, kotak-kotak atau ilustrasi gaya Pop Art. Maka gaya ini juga di sebut gaya Pop Art. Pop Art yang sedang trend adalah segala sesuatu yang kental dengan benua Eropa, seperti miniatur menara Eifel, telephone box berwarna mera khas negara inggris.

Hightech style

Gaya hightech adalah gaya modern yang inovatif, penekanan pada struktur furnitur di mana setiap detail dari kombinasi tidak acak dan merupakan bagian dari struktur finishin logam kasar, kaca, kain, plastik dan kayu dalam proporsi kecil merupakan karakteristik gaya ini. Warna yang sering digunakan adalah abu-abu, hitam dan putih.








(HENDRA)

Satu tanggapan untuk “Berbagai Desain Gaya Interior Yang Sering Digunakan Dan Populer Di Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *