Grebeg Besar Demak 2020 Lapangan Tembiring Lenggang Tanpa Ada Keramaian Pasar Malam

Demak, jurnaljateng.id, Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, lapangan Tembiring saat ini kelihatan lenggang tidak ada aktivitas hingar bingar suasana pasar malam. Keramaian berbagai acara pasar malam mulai dari live musik, wahana permainan, berbagai pedagang serta arena ketangkasan berada di lapangan tembiring juga tidak nampak sama sekali.

Hari ini, jumat, (31/7/2020) merupakan puncak acara Grebeg Besar atau di kenal dengan istilah Der-deran, dimana acara berlangsung siang malam, mulai Pukul 10 pagi WIB hingga tengah malam, mulai Wahana permainan, live musik, dan berbagai macam acara lainya.

Kini di lokasi yang biasa digunakan untuk pasar malam dalam acara Grebeg Besar terlihat sepi, tanpa ada keramaian pedagang pasar malam maupun wahana mainan Pasar malam, yang terlihat hanya lapak harian pedagang tetap.

Baca Juga  Tradisi Jum’at Pahingan Tembarak Temanggung

Menilik dari pernyataan Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Ardhito Prabowo menyampaikan, biasanya puncak keramaian Grebeg Besar tiap tahunnya tepat pada 10 Dzulhijjah, yakni arak-arakan prajurit patang puluhan yang mengawal perjalanan minyak jamas dari pendapa kabupaten menuju Kasepuhan Kadilangu.

Namun, lanjutnya, pada 2020 tidak ada keramaian Grebeg Besar, mengingat adanya surat Gubernur Jawa Tengah dan surat edaran Bupati Demak terkait pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

“Tahun ini pemerintah meniadakan, untuk prosesi penjamasan pusaka Kanjeng Sunan Kalijaga akan dilakukan secara internal oleh pihak Kasepuhan Kadilangu,” jelas Ardhito saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga  Pemotongan Hewan Qurban 1441H, 2020M Polres Jepara

Takmir Masjid Agung Demak Abdullah Syifa menjelaskan, terkait pelaksanaan iring-iringan tumpeng sanga yang dilakukan setiap malam 10 Dzulhijjah dan dikawal pasukan santri dengan membawa obor dari pendapa kabupaten menuju Masjid Agung Demak, ditiadakan.

loading...

Disampaikan, pihak Takmir Masjid hanya menyediakan tumpeng dan tahlil di kalangan terbatas. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kelestarian budaya khas Demak yang identik dengan Wali Songo.

“Itu pun hanya dilakukan terbatas kalangan internal pengurus dan takmir saja, tidak mengundang tamu. Panitia juga tidak menghadirkan mubaligh karena memang tidak menyelenggarakan pengajian seperti tahun-tahun sebelumnya,” terang Abdulah Syifa. (DIKD/JJID)

Baca Juga  Polisi Menangkap Pemilik Akun Facebook Penghina Moeldoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *