Pekan Menyusui Dunia 2020: Menyusui Secara Aman Selama Pandemi Covid-19

SEMARANG, jurnaljateng.id, Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week/WBW) dirayakan setiap tahun dari tanggal 1 hingga 7 Agustus di lebih dari 120 negara. Diprakarsai oleh Aliansi Aksi Menyusui (Alliance for Breastfeeding Action/WABA), Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO) dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations Children’s Fund/UNICEF) pada tahun 1991, acara ini bertujuan untuk mempromosikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama bagi bayi, dimana akan lebih banyak memberikan kesehatan bagi Bayi.

Menyusui selama enam bulan pertama membantu dalam memberikan nutrisi penting, perlindungan dari penyakit mematikan seperti pneumonia dan mendorong pertumbuhan serta perkembangan anak. Pekan Menyusui Dunia pertama kali dirayakan pada tahun 1992 oleh WABA. Tema Pekan Menyusui Sedunia 2020 adalah “Dukung Pemberian ASI yang Lebih Sehat untuk Planet.” Yang harus dilakukan pemerintah adalah memberikan perlindungan dan edukasi serta mempromosikan bagaimana seorang ibu menyusui dengan baik, begitu juga hal-hal penting dalam menyusui.

Menyusui Selama Pandemi COVID-19: Amankah?

ASI adalah sumber nutrisi utama bagi bayi dan akan memberikan perlindungan bagi bayi dari penyakit. Bila terjadi gangguan dalam menyusui akan menyebabkan penurunan faktor imun pelindung yang terkandung dalam ASI. Dengan pandemi Covid-19 yang terus menyebar secara global, wajar bagi seorang ibu atau ibu hamil mengkhawatirkan keselamatan bayi mereka. Menurut laporan, bukti menunjukkan bahwa menyusui selama pandemi benar-benar aman.

Berikut adalah beberapa poin utama dari studi dan laporan yang mendukung pernyataan bahwa menyusui selama pandemi COVID-19 aman. American Academy of Pediatrics (AAP) menunjukkan dalam sebuah penelitian bahwa ASI yang dianggap sebagai sumber penularan SARS-CoV-2 merupakan hal yang tidak mungkin dan menyusui bayi adalah sebagai pilihan terbaik.

Baca Juga  Menggunakan KIS/BPJS Untuk Berobat Di Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit Atau Dokter Praktek

Orang tua yang terinfeksi virus corona dan melahirkan tidak akan menularkannya kepada bayi mereka jika tindakan pencegahan yang tepat seperti mencuci tangan dan payudara, serta memakai masker bedah saat menyusui atau protokol kesehatan diikuti secara ketat. Selain itu beberapa ahli juga berpendapat bahwa bayi yang baru lahir dari seorang ibu yang terinfeksi Covid-19 memiliki antibodi yang melindungi bayi dari virus Corona.

Pakar kesehatan menekankan pentingnya menyusui bayi, karena kontak kulit-ke-kulit dan pemberian ASI eksklusif sejak dini membantu bayi berkembang dengan sehat. Dan, hingga saat ini, belum ada laporan penularan COVID-19 aktif melalui ASI dan menyusui. Virus Covid-19 menyebar di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat, terutama melalui droplet pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau saat berbicara.

loading...

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa SARS-CoV-2 yang menular tidak dapat ditularkan dari ibu ke bayi melalui ASI. Penemuan yang menyatakan bahwa menyusui aman bahkan ketika seorang ibu mengidap penyakit virus seperti influenza menjadi argumen yang sangat mendukung di sini bahwa Covid-19 tidak dapat menular melalui ASI.

Haruskah Menyusui Selama Pandemi COVID-19?

Iya. Menyusui membantu menyediakan antibodi yang bermanfaat bagi kesehatan bayi secara keseluruhan dan juga melindungi mereka dari berbagai infeksi. Jika bayi Anda berusia enam bulan atau lebih muda, ia harus disusui secara eksklusif. Setelah enam bulan, lanjutkan menyusui dengan makanan pendamping yang sehat.

Haruskah menyusui jika terinfeksi atau terindikasi menderita COVID-19?

Baca Juga  Apakah Makanan Beku Tidak Menyehatkan?

Menurut para ahli, dapat melanjutkan menyusui dengan melakukan pencegahan yang tepat seperti berikut: Kenakan masker. Cuci tangan dengan sabun dan air atau dengan antiseptik berbasis alkohol sebelum dan sesudah menyentuh bayi. Secara rutin bersihkan dan disinfeksi permukaan yang disentuh. Perlu mencuci dada hanya jika baru saja batuk (payudara tidak perlu dimandikan setiap akan menyusui cukup dibersihkan dengan disinfectan). UNICEF menunjukkan pentingnya mengikuti 3 W, yaitu: Pakai masker saat menyusu, Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh bayi, serta usap dan desinfeksi permukaan secara teratur.

Jika terinfeksi COVID-19, dapatkah tinggal di kamar yang sama dengan bayi?

Pakailah kain penutup wajah dan cuci tangan kapan pun merawat bayi dan pastikan menjaga jarak yang aman jika memungkinkan. Terus melakukan pencegahan ini hingga tidak demam selama 24 jam tanpa minum obat demam, setidaknya sepuluh hari telah berlalu sejak gejala COVID-19 pertama kali dirasakan hingga membaik. Atau jika dinyatakan positif tetapi tidak menunjukkan gejala, tunggu setidaknya hingga sepuluh hari setelah hasil tes positif.

Bagaimana bisa menjaga suplai ASI jika sakit COVID-19?

Memompa dan memerah ASI dengan tangan sangat membantu dalam beberapa hari pertama setelah bayi lahir. Seperti yang disarankan para ahli, sering memompa atau menyusui (jika mengikuti dan melakukan pencegahan yang ketat) selama sekitar 8-10 kali dalam 24 jam dapat membantu mempertahankan aliran ASI.

Dengan memerah ASI berarti memeras susu dari payudara sehingga dapat menyimpannya dan memberikannya kepada bayi nanti.

Bisakah bayi saya terus menyusui atau minum ASI jika saya dinyatakan positif COVID-19?

Baca Juga  Bagi Penderita Diabetes, Sebelum Konsumsi Buah Favorit Baca Ini Dulu

Ya, bayi Anda masih dapat menerima ASI meskipun Anda dinyatakan positif Covid-19.

Saran Menyusui Dari WHO Selama Wabah COVID-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan panduan pencegahan dan pedoman untuk ibu menyusui serta fasilitas kesehatan yang harus diikuti, diantaranya:

Jika ibu bayi yang sedang menyusui sakit terinfeksi Covid-19 atau menderita sakit lainnya hingga tidak dapat menyusui bayinya secara langsung, dapat dilakukan dengan cara memerah ASI dan setelah itu dapat memberikanya dengan aman.

Fasilitas kesehatan yang mendukung ibu menyusui harus memungkinkan ibu dan bayi tetap bersama dan melakukan kontak kulit-ke-kulit serta tetap bersama sepanjang siang dan malam.

Virus corona baru belum ditemukan dalam ASI, dan semua ibu disarankan untuk terus menyusui sambil menjaga kebersihan selama menyusui. Lakukan tindakan kebersihan tambahan dan lanjutkan menyusui. Cuci pompa ASI, simpan diwadah penyimpanan susu dan gunakan peralatan makan bayi setelah setiap kali digunakan. (BOLDSKY/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *