Lima cara temukan gaya belajar anak agar hasil studi maksimal

jurnaljateng.id, Masing-masing anak memiliki gaya belajar yang berbeda dan ini perlu orang tua ketahui agar bisa membantu sang buah hati mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Psikologi Jovita Ferliana mengatakan ada sejumlah cara yang orang tua lakukan, salah satunya memperhatikan kebiasaan anak sehari-hari.

“Misalnya lebih banyak melihat, bergerak, mendengar atau membaca. Ada juga anak yang gaya belajarnya kombinasi, tetapi lihat mana yang mendominasi,” ujarnya dia dalam Virtual Media Gathering Sampoerna Academy, Rabu.

Setidaknya ada empat gaya belajar anak yang perlu orang tua ketahui, yakni Visual lebih banyak memahami informasi dari gambar, warna dan sebagainya, lalu auditory yang lebih mengandalkan indera pendengaran dalam proses belajar.

Baca Juga  Layanan Pengurusan Hak Guru dan Tenaga Kependidikan Kota Semarang Cukup Satu Jam.

Lalu read atau anak lebih mudah memahami informasi jika membaca dan gaya terakhir, kinestetik yakni anak lebih cenderung melakukan secara langsung apa yang dia pelajari.

“Lihat mana yang mendominasi. Sebenarnya dalam diri anak punya keempat (gaya belajar),” Kata Jovita.

Cara lain untuk mengenali gaya belajar anak, memberikan mereka tugas. Misalnya tugas merakit mobil. Anak gaya visual akan memulai melihat gambar utuh baru merakit, disisi lain anak tipe read akan membaca petunjuk lalu merakit.

loading...

Sementara tipe auditory akan mendengarkan tutorial merakit terlebih dahulu.Tipe belajar anak terakhir, kinestetik, cenderung langsung merakit tanpa membaca petunjuk atau gambar yang ada.

Baca Juga  Kunci Sukses Orang Tua Menghadapi Anak Adalah Kreatif Funky, Asyik Dan Bergaul

Selain itu, perhatikan gangguan disekitar anak. Anak yang gaya belajar Auditory akan terganggu jika mendengar suara-suara seperti hewan atau lainnya saat belajar. Disisi lain, abnak dengan gaya belajar kinestetik cenderung tertekan pada gaya belajar yang tenang.

Cara keempat yakni mendampingi anak selama sesi belajar dan terakhir, orang tua harus berkomunikasi dengan guru untuk membantu mendapatkan gambaran gaya belajar yang tepat untuk anak.

“Komunikasi dengan guru karena mereka yang mengobservasi belajar anak disekolah,” demikian kata Jovita. (ATR/JJID)

Baca Juga  SMK Diminta Meningkatkan Kwalitas Agar Mampu Bersaing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *