RSUD Margono Masuk Top 45 Inovasi Layanan Publik Dengan Aplikasi Magan Mendoane Rini

PURWOKERTO, jurnaljateng.id, RSUD Dr Magono Soekarjo Purwokerto, masuk Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), KemenPAN-RB tahun 2020. Aplikasi “Mangan Mendoane Rini” (Pengembangan Sistem Pengelolaan Sediaan Farmasi: Obat/Alat Habis Pakai Terintegrasi Rekam Medis Elektronik) merupakan sistem manajemen rumah sakit yang mampu menghemat miliaran rupiah dan mengalihkan anggaran untuk pelayanan pasien.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto, Yunita Dyah Suminar mengatakan, sistem tersebut dibuat karena adanya inefisiensi pengadaan obat. Dugaannya, karena ada praktik kolusi antara oknum internal rumah sakit dan pemasok obat.

Yunita Dyah Suminar, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto mengatakan, sistem tersebut dibuat untuk melakukan efisiensi pengadaan obat. Pihak Rumah Sakit menduga adanya praktek kolusi antara oknum internal rumah sakit dan pemasok obat.

“Celah (dugaan kolusi) bisa saja internal rumah sakit yang didukung oleh penyedia obat. Karena ada obat yang diskonnya sampai 60 persen,” ujarnya melalui sambungan telepon, baru-baru ini.

Ketika sistem tersebut belum hadir lanjut Yunita, selalu saja ditemukan banyak obat yang tak terserap. Jumlahnya, sekitar 0,15 persen obat kedaluwarsa. Adapun, setiap hari ada sekitar 6.554 resep obat.

Baca Juga  DPRD Kendal: Risky Aritonang, Bagikan Bantuan Warga Terdampak Banjir

“Sebagai contoh saja, sempat dianggarkan pengadaan obat itu taruhlah Rp 20 miliar. Namun, selalu ada keluhan dari dokter bahwa obat tidak cukup. Padahal, sesuai kalkulasi seharusnya mencukupi. Ibaratnya butuhnya nasi, tapi yang banyak dibeli kapur barus karena diskonnya banyak,” ucapnya.

Rumah Sakit melakukan penyelidikan, dan dari hasil penyelidikan, rupanya pengadaan obat selama ini tidak sesuai yang dibutuhkan. Semisal, untuk pengadaan obat penurun panas, terdapat berbagai merk dan jumlah.

loading...

Dengan temuan hasil penyelidikan, manajemen rumah sakit melakukan perombakan sistem pengadaan obat. Juga, pada pemilihan jenis dan merk sesuai penelitian ilmiah, terkait efektifitas obat. Dengan sistem ini, ketersediaan obat dan alat habis pakai bisa dipantau secara real time.

“Kuncinya taruh orang yang ‘tahan air’ di bagian pengadaan. Juga setiap penyedia obat wajib menandatangani pakta integritas, kalau memberi sesuatu ancamannya tidak akan kami pakai. Kami juga menghitung, kebutuhan obat per bulan berapa konsumsi nya berapa, bisa dihitung ada rumusnya,” imbuh Yunita.

Baca Juga  Ketua Umum AWPI Beri SK Kepengurusan DPC Kota Semarang

Untuk menjaga keberlangsungan sistem tersebut, manajemen rumah sakit memberi apresiasi terhadap tenaga kesehatan. Bentuknya memberi kesempatan sekolah, ikut workshop, dan sistem penggajian serta tunjangan yang tepat waktu.

Dengan sistem tersebut, jumlah obat kedaluwarsa dapat ditekan hingga 0,08 persen. Selain itu, jaminan ketersediaan obat bagi pasien penyakit ginjal, diabetes maupun kanker. Selain itu efisiensi pengadaan obat dapat ditekan hingga 26 persen, dari sebelumnya 37 persen.

“Efeknya apa bagi pasien, ya kenyamanan. Lingkungan rumah sakit bagus, banyak tamannya. Ada gedung Onkologi untuk kanker. Seperti kata Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah), dalam berinovasi itu sudah menjadi kebiasaan atau tradisi. Sehingga, sebenarnya kita tidak ingin berkompetisi, namun ingin melayani masyarakat lebih baik,” ucapnya.

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengatakan, KIPP bertujuan memaksimalkan layanan publik. Sebab, tujuan berinovasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi di Indonesia.

Baca Juga  Kepala Desa Cepiring: Evaluasi Kinerja Masing-Masing Kegiatan Merupakan Bagian Transparansi

Selain RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto, lima daerah di Provinsi Jawa Tengah juga meraih kategori Top 45 KIPP tahun 2020. Yakni Kabupaten Demak dengan inovasi Cengkraman Mata Elang, Kabupaten Grobogan (Pengelolaan Pascapanen Komoditas Pertanian Melalui Sistem Resi Gudang). Disusul Kabupaten Kebumen (Kampung Garam), Kabupaten Pekalongan (Laboratorium Kemiskinan), dan Kota Magelang (Inobel I-STEAM). (DIJT/JJID)

19 tanggapan untuk “RSUD Margono Masuk Top 45 Inovasi Layanan Publik Dengan Aplikasi Magan Mendoane Rini

  • 25 November 2023 pada 2:07 am
    Permalink

    As the flesh heals and feathers grow back, the hole may close up a little bit, but there s no way to fix it completely and the skull won t grow back

  • 2 Februari 2024 pada 11:54 pm
    Permalink

    Thanks a lot for the blog.Much thanks again. Cool.

  • 11 Februari 2024 pada 10:17 am
    Permalink

    Good day! Do you know if they make any plugins to assist with SEO?
    I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but I’m not seeing very good success.
    If you know of any please share. Appreciate it!

  • 2 Maret 2024 pada 11:38 pm
    Permalink

    Thanks so much for the blog article.Really thank you! Will read on…

  • 12 Maret 2024 pada 12:33 am
    Permalink

    Very informative blog article.Really looking forward to read more. Fantastic.

  • 19 Maret 2024 pada 6:47 am
    Permalink

    Im obliged for the article post.Thanks Again. Cool.

  • 25 Maret 2024 pada 1:29 am
    Permalink

    Hi there! I just wish to offer you a huge thumbs up for your great information you’ve got right here on this post. I will be returning to your blog for more soon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.