Panglima PGN Jawa Tengah Ery Wijayanto,Tolak koalisi Aksi menyelamatkan Indonesia KAMI

KENDAL, jurnaljateng.id, Deklarasi Menolak Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), oleh Patriot Garuda Nusantara (PGN) Kabupaten Kendal yang dipimpin oleh Ery Wijayanto dan Muhlisin,

Bertempat di Bunderan Sukorejo, ikut Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, yang diikuti kurang lebih 20 Orang anggota serta pengurus PGN, membentangkan spanduk penolakan dan mengecam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dikabupaten Kendal, Kamis (10/09/2020) 11.00 siang.

Ery Wijayanto Selaku Panglima Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Tengah menyampaikan bahwa Patriot Garuda Nusantara (PGN) menolak dan mengecam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) khususnya Dikota kendal.

” Panglima Patriot Garuda Nusantara Jawa tengah ini dengan tegas menolak aksi KAMI, karena itu bisa berpotensi memecah belah Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia disaat masa pandemi Covid – 19 saat ini,” Tegas Ery wijayanto,

Baca Juga  UI Laporkan Politikus PKS ke Polisi Terkait Unggahan Pernyataan Sek Bebas

Sementara Itu Muhlisin Selaku Ketua Patriot Garuda Nusantara (PGN) Kabupaten Kendal, bersama seluruh (PGN) Kabupaten Kendal untuk menolak semua kegiatan yang hanya akan membuat perpecahan di negeri Kesatuan Republik indonesia ini,

“Kita bersama warga Masyarakat Kendal menolak adanya deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), di wilayah Kabupaten Kendal, Kendal tidak butuh KAMI, Kendal guyub rukun tanpa KAMI, NKRI harga mati,” jelas Muhlisin.

PGN selalu dalam barisan terdepan menjaga NKRI, juga mendukung aksi apapun untuk menyelamatkan NKRI, akan tetapi tetap dalam koridor bersama sama pemerintah menyelamatkan indonesia bukan berarti mengganti pemerintahan atau mengubah sistem pemerintahan karena sistem pemerintahan saat ini sudah sesuai dengan falsafah bangsa kita, yaitu Bhineka Tunggal Ika berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.

loading...
Baca Juga  DPN Sapu Jagad Berikan SK DPD Kota Semarang

“Kalau mau menyelamatkan indonasia maka harus bubarkan dan usir faham-faham radikal, dan konsep khilafah dari bumi indonesia, yang di gembar gemborkan HTI dan sekutunya, Kalau menyelamatkan indonesia dengan cara merongrong dan medeligitimasi pemerintahan yang sah itu berarti makar,” pungkas Muhlisin






(SYIFAK/HEND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *