FJG, Pentingnya Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar NKRI

JURNALJATENG.ID, SEMARANG-Maraknya Ideologi yang akan merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di media sosial di berbagai segmen, kekuatan yang bisa disikapi perlu adanya penguatan Ideologi Pancasila serta Implementasi sebagai wujud cinta NKRI.

Peran penting dalam memerangi ideologi yang menentang kaidah Pancasila perlu disikapi dengan tegas dan NKRI Harga mati.

Forum Jateng Gayeng (FJG) peduli dengan sikap yang tegas. Pihaknya akan perangi dan menangkal pihak-pihak yang akan merorong idelogai Pancasila sebagai landasan Negara Indonesia. FJG merasa perlu mempertahankan, apapun resiko yang hadapi.

FJG terus melakukan sosialisasi tentang Ideologi Pancasila dalam seminar hari Kamis (29/09/2022) di Hotel Gracia Kota Semarang .

Ketua FJG Achmad Robani Albar SH, Mhum. mengajak masyarakat Jawa Tengah, untuk peduli dan menolak adanya ideologi yang ingin menghancurkan Pancasila sebagai Landasan Negara Indonesia yang sudah sah secara UUD 45.

“NKRI harga mati. Pentingnya Penguatan Nilai -nilai Pancasila, sebagai dasar NKRI untuk menangkal ideologi lain yang diikuti 50 ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LSM yang ada di Jateng cukup antusias,” ungkapnya.

Baca Juga  Kobar Jateng Buka Bersama Di Desa Sendang Beringin Semarang

Sementara, Perwakilan Kesbangpol Propinsi Jawa Tengah Pradana, mengajak Masyarakat Jawa Tengah untuk memerangi Ideologi yang akan merusak tatanan Pancasila yang sudah sah harga mati untuk landasan secara konsitusi UUD 45.

loading...

“Mari kita perangi berita yang sifatnya menghasut, berita hoax, aliran agama yang merasa diri benar dan tidak mengakui Pancasila harus kita sikapi dengan tegas. Dengan adanya kegiatan seminar ini bersama FJG diharapkan bisa menghadang ideologi yang salah,” tegasnya.

Dr. Drs H.Indriyanto SH.Mhum Dosen Fakultas hukum Undip sebagai narasumber mengajak ketua LSM Se-Jateng melihat kembali nilai -nilai pancasila yang sifatnya harus Implementasi bukan hanya sekedar menghafal mengetahui saja.

“Penguatan nilai Pancasilais harus ada: pertama keberadaaan atau eksistensi, kedua mencermin kondisi bangsa serta ketiga sebagai pembeda. Dengan bangsa lain,” ajaknya.

Lebih jauh Indriyanto memberikan penjelasan, ada yang lain juga dalam implementasi prinsip-prinsip Pancasila, diantaranya, anti Imprealisme, kolonialisme, kapatilasme, liberalisme, penindasan, ekploitasi serta anti radiakalisme.

Baca Juga  Delapan Daerah di Jateng Terdeteksi Varian Delta

“Kajian Implementasi tersebut harus kita pahami dalam kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Sementara dari narasumber religius Rahmat Da’ wah SH ketua Wartawan Independent Online (WIO) DPD Jateng menyoroti nilai-nilai Pancasila secara keagamaan jauh lebih penting. Sejarah Islam yang menjadi kajian teoritis secara politik saat itu muncul golongan Siah dan Teologi. Di sisi lain media sosial sebagai penghancur karakter bangsa melalui media maya. Karakter bangsa akan terkikis secara nyata, kecanduan teknologi di dunia maya makin masif meporakporandakan dan akan mengeser ideologi bangsa.
Melalui kecanggihan teknologi yang nyata tersebut, budaya-budaya Bangsa Indonesia akan menjadi hancur diserang oleh budaya kapitalis dan idiologi yang salah.

“Bahaya ini, penekanan agama sebagai wujud implementasi Pancasila yang kuat. Jangan sampai agama menjadi kaum intelek saja sehingga Idelogi Pancasila justru di tentang nilai-nilai oleh kaum-kaum identitas akan menjadi rawan terhadap Idelogi Pancasila ini,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, salah satu peserta Yudi Hendrilia M.Pd ketua Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AkJII) mengajak rekan peserta semua untuk aktif, kritis dalam menyikapi perkembangan yang masif untuk menjadi agen-agen landasan ideologi Pancasila yang sudah sah secara konstitusi dan konsisten dalam menjaga NKRI harga mati.

Baca Juga  Kodam IV/Dip, Siapkan 900 Personil TNI Vaksinator dan Tracer Covid-19

“Media harus menjadi kajian narasi yang cakap untuk keseimbangan dan menjaga NKRI tidak di rorong oleh ideologi yang lain,” Pungkasnya.

(YDW/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *