Ini Arti Topeng Ireng yang lebih dikenal dengan istilah Dayakan

Magelang, jurnaljateng.id, Mendengar Tari Topeng Ireng, terlintas dalam pikiran, sebuah topeng berwarna hitam kelam yang dikenakan para penari untuk melakukan atraksinya.

Semua itu tidak benar, Tari Topeng Ireng adalah salah satu kesenian tradisional yang berasal dan berkembang di daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tari Topeng Ireng lebih dikenal dengan istilah Dayakan.

Menurut sejarah yang di telusuri team jurnaljateng.id, yang di himpun dari cerita masyarakat yang beredar, awal keberadaanya dan berkembang di tengah masyarakat lereng Merapi-Merbabu.

Tarian ini di iringi dengan gamelan yang berirama rancakan yang mengulang-ulang dengan nyanyian yang isinya menyangkut berbagai nasihat tetang kebaikan, perjuangan dan rasa nasionalisme serta penyebaran Agama Islam.

Sedangkan nama topeng ireng sendiri berasal dari kata Toto Lempeng Irama Kenceng.

Toto artinya menata, Lempeng artinya lurus, Irama artinya nada dan Kenceng berarti keras.

Baca Juga  Terdampak Covid-19 Pasar Tradisi Lembah Merapi Bukit Gununggono Kembali dibuka

Dalam pertunjukan Topeng Ireng, para penarinya berbaris lurus serta di iringi musik dengan irama yang sangat keras dengan gerakan bersuara kerincingan yang dipasang di kaki dan tangannya.

loading...

Topeng Ireng selalu diiringi dengan musik yang rancak dan lagu dengan syair islami, lagu-lagu perjuangan serta nasionalisme.

Sebelum di kenal menjadi Tari Topeng Ireng, dulunya di kenal dengan istilah Dayakan, karena kostum yang di kenakan menyerupai pakaian yang di kenakan adat Suku Dayak.

Istilah Dayakan dianggap mengandung unsur sara, kemudian namanya di ubah menjadi Topeng Ireng. Saat ini istilah Dayakan menjadi populer lagi.

Tari Topeng Ireng mempunyai daya tarik tersendiri, terutama pada kostum yang di kenakan para penarinya.

Hiasan bulu warna-warni yang menyerupai mahkota suku indian yang dipakai para penari di kepalanya, dengan rumbai-rumbai penuh warna-warna ceria.

Baca Juga  Tradisi Jum’at Pahingan Tembarak Temanggung

Kostum bagian bawah seperti pakaian suku dayak, rok dengan rumbai-rumbai.

Sepatu menggunakan sepatu gladiator atau sepatu boot pdl tentara yang di penuhi dengan gelang-gelang klintingan yang rata-rata 150-200 buah tiap penarinya.

Setiap pertunjukan di penuhi dengan bunyi-bunyian dan suara yang keluar dari hentakan kaki yang menimbulkan bunyi gemerincing berkepanjangan, suara teriakan para penari, suara musik yang mengiringi serta suara penyanyi dan penontonnya.

Tarian topeng ireng sebenarnya mudah untuk dipelajari karena geraknya yang sederhan.

Setiap pertunjukan selalu ada inovasi, sehingga tidak monoton dan membosankan.

Tari Topeng Ireng biasanya dipentaskan dalam acara upacara bersih desa, kirab budaya festifal rakyat atau acara-acara seni tradisi.

Baca Juga  Gerbang Awal Pengabdian Untuk NKRI

Selain di daerah-daerah yang berada di lereng Merapi-Merbabu, Jawa Tengah, kini sudah berkembang hingga ke Kebumen, Boyolali, Temanggung dan Kabupaten Semarang. (Hendra/JJID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *